Senin, 20 April 2026

BPJS Kesehatan

Setelah Bergabung jadi Peserta BPJS, Warga Kota Bandung Ini Dibuat Keheranan

“Alhamdulillah sangat terbantu, apalagi saya sebagai pegawai lepas, biaya iuran BPJS perbulannya terhitung murah ..."

Penulis: Yudha Maulana | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
KONTAN / BAIHAKI
Illustrasi BPJS Kesehatan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yudha Maulana

PULUHAN juta rupiah telah habis digelontorkan Maman Carmana (45), warga Cibogo, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung untuk menyembuhkan pembengkakan jantung yang dideritanya sejak 2012 lalu.

Ia sempat pesimistis untuk sembuh, pasalnya gajinya sebagai pegawai honorer di suatu SMA di Kota Bandung tak bisa menutupi biaya pengobatannya.

Maman makin terjepit, penyakitnya memaksa bapak beranak dua itu untuk mundur dari pekerjaannya, otomatis, sedikit demi sedikit harta bendanya ludes untuk menebus biaya pemeriksaan dan obat-obatan yang harus rutin ia konsumsi setiap hari, tentunya dengan harga yang tak murah.

Dua tahun berlalu Maman kian kritis, namun saran dokter untuk memasang ring jantung saat itu hampir tak masuk logika Maman, lantaran biaya pemasangan alat tersebut yang memakan puluhan juta rupiah. Sementara di sakunya tak ada lagi uang setelah keluar dari pekerjaannya.

Akhirnya, atas dorongan dari sang istri, dengan berat hati Maman masuk ke meja operasi. Ia pun tak bisa berbuat banyak meski pikirannya meracau karenanya.

Apalagi setelah memasang ring, Maman pun masih harus menjalani rawat inap di ICU Rumah Sakit Salamun, Ciumbuleuit selama 11 hari.

“Namun pada tahun 2014 lalu istri saya mendapat informasi, katanya ada program BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan), saya tidak tahu program apa itu tapi istri saya mendaftarkan saya di kelas tiga, hasil akhirnya cukup mengejutkan,” kata Maman kepada Tribun, Jumat (16/9/2016) malam.

Saat mendatangi kasir pembayaran, Maman pihak keluarganya yang berkumpul ketika itu dibuat kaget.

Pasalnya seusai menandatangani beberapa berkas, petugas tersebut mengatakan bahwa semua biaya operasi yang ditaksir puluhan juta rupiah itu telah lunas.

“Semua telah dibayar sesuai dengan haknya,” ujar Maman menirukan petugas tersebut.

Sebelum menjalani operasi, Rina (41), istri Maman mendapatkan surat rujukan fasilitas kesehatan (FASKES) tingkat 1 yakni puskemas terdekat ke Rumah Sakit Salamun.

Kini Maman mulai berangsur-angsur pulih dan mendapatkan pekerjaannya kembali meski diharuskan mengonsumsi obat generik untuk jantungnya.

“Alhamdulillah sangat terbantu, apalagi saya sebagai pegawai lepas, biaya iuran BPJS perbulannya terhitung murah setiap bulannya hanya membayar Rp 25500 untuk mendapatkan obat yang harganya ratusan ribu,” katanya.

Ia pun berharap, agar pihak BPJS tidak hanya menutup jenis-jenis obat tertentu saja.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved