Sorot
Relawan PON Venue Batudua
MESKI baru akan dibuka secara resmi, Sabtu (17/9/2016), sejumlah pertandingan dan perebutan medali.......
Penulis: Arief Permadi | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Oleh Arief Permadi, Wartawan Tribun
MESKI baru akan dibuka secara resmi, Sabtu (17/9/2016), sejumlah pertandingan dan perebutan medali Pekan Olahraga Nasional XIX sudah dimulai sejak kemarin.
Hingga pertandingan hari pertama, Jabar memimpin dengan tiga emas, tiga perak dan satu perunggu. Disusul Jawa Timur dengan dua emas, dua perak dan dua perunggu.
Sekalipun sejumlah persiapan, terutama soal infrastruktur masih dikebut penyelesaiannya, secara umum jalanya PON hari pertama bisa dibilang sukses.
(lihat juga: VIDEO: Detik-detik Cewek Cantik Tampar Sopir Angkot yang Ugal-ugalan Hingga Sempoyongan)
Satu-satunya yang sedikit mengganjal hanya terjadi di venue gantole dan paralayang di Batudua, Sumedang.
Kemarin, sejumlah atlet mengeluh karena mereka dimintai sumbangan oleh relawan PON.
Para relawan ini memintai atlet, ofisial, bahkan rombongan Bupati, uang sambil terus menyodor- nyodorkan kardus bekas botol minuman kemasan.
Tentu saja, bukan tanpa alasan para relawan yang terdiri dari enam warga setempat ini, melakukan itu.
(lihat juga: VIDEO: Lihat Nih Bibir Artis Nikita Mirzani, Seksi, Cantik Atau Dower?)
Meski statusnya relawan, dan diangkat secara resmi oleh PB PON, mereka butuh biaya operasional. Hingga hari pertama PON berjalan, biaya itu tidak mereka dapatkan.
Padahal, tugas mereka lumayan, yakni ikut menjaga kebersihan, dan tentu saja kelancaran gelaran PON yang berlangsung di venue Batudua.
Sekretaris Sub PB PON Sumedang, Endah Kusyaman, mengaku langsung memanggil tim
relawan dan memerintahkan agar kegiatan permintaan sumbangan itu segera dihentikan.
Sayang, Endah tak menjelaskan, solusi apa yang ia ambil selain memerintahkan penghentian permintaan sumbangan.
(lihat juga: VIDEO: Inilah Latihan Perdana Marcos Flores Bersama Persib Bandung)
Sebab, tanpa solusi yang tepat, permintaan sumbangan mungkin berhenti, tapi tidak masalahnya.
Jika dana operasional yang diminta para relawan tak ada, penghentian permintaan sumbangan, tentu segera akan diikuti dengan "mogok" kerja.
Padahal, sekali lagi, para relawan itu adalah warga setempat, dan tugas mereka resmi dari PB PON.
Adanya relawan resmi PON yang sampai meminta-minta sumbangan kepada para atlet dan ofisial sudah barang tentu menyedihkan, sekaligus memalukan.
Kegelisahan para relawan PON Batudua ini tentu harus mendapat perhatian.
Ini pelajaran, karena hal-hal yang menyesakkan yang mencoreng-moreng suksesnya perhelatan besar, kerap terjadi karena kita cenderung mengabaikan hal-hal yang kita anggap kecil.
Sejatinya PON adalah pesta rakyat. Jangan sakiti perasaan mereka dengan mengabaikan haknya. (*)
Naskah ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Kamis (15/9/2016). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/arief-permadi-_-opin_20160102_090311.jpg)