Sorot

Bersih itu Indah

Namun, alangkah kagetnya. Di toilet perempuan itu, terlihat tumpukan pembalut di tempat sampah, ada juga yang berserakan di lantai.

DOKUMENTASI/TRIBUN JABAR
Agung Yulianto, Wartawan Tribun Jabar 

Oleh: Agung Yulianto, Wartawan Tribun Jabar

SAMPAH berserakan di RSUD Cicalengka, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, seperti diberitakan Tribun Jabar, Jumat (26/8).
Saya jadi teringat, cerita seorang kawan. Belum lama ini, dia antre sebagai pasien peserta BPJS Kesehatan di sebuah rumah sakit negeri di Kota Bandung. Di sela menunggu panggilan antrean, dia ke toilet yang terletak tidak jauh dari ruang antrean pasien peserta BPJS Kesehatan.

Namun, alangkah kagetnya. Di toilet perempuan itu, terlihat tumpukan pembalut di tempat sampah, ada juga yang berserakan di lantai.
Di dindingnya, penuh coretan curhat para pasien. Coretan curhat dari tinta pena dan spidol itu mengeluhkan lamanya waktu antre, dan jutek-nya pegawai yang melayani pendaftaran.

Apakah pengelola atau pemilik gedung tahu? Kalau tahu, kenapa membiarkan? Kalau tidak tahu, apakah tidak ada pengecekan kebersihan secara berkala?

Pada hakikatnya, kesehatan berkolerasi erat dengan kebersihan. Apalagi di rumah sakit, yang memang melayani pasien untuk berobat dan sembuh dari sakitnya. Sayangnya, cerita itu terdengar dari rumah sakit milik pemerintah. Padahal ada kontribusi dana milik rakyat di situ.

Betul bahwa kebersihan itu tanggung jawab semua yang ada di lingkungan sekitar, seperti pasien, pengunjung, dan pengelola rumah sakit. Misalnya saja, kebiasaan pengunjung yang tidak bisa menjaga kebersihan. Ada dua hal penyebabnya.

Hal yang pertama, memang benar-benar pengunjung tidak bisa menjaga kebersihan, dengan membuang sampah sembarangan, misalnya. Hal yang kedua, pengunjung sulit menemukan tempat sampah di sekitarnya.

Pihak rumah sakit bisa menambah sarana tempat sampah, dan juga memasang peringatan untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Peringatan tidak membuang sampah sembarangan bisa saja efektif, seperti tanda pelarangan merokok.

Semoga saja tidak terlihat lagi sampah berserakan di rumah sakit manapun, atau dinding toilet penuh coretan.

Setelah bersih, semoga pelayanan rumah sakit mana pun, juga lebih ramah dan penuh senyum, sehingga membuat pasien merasa dihargai.

Setiap pasien berhak mendapat pelayanan sesuai standar, karena mereka manusia, yang perlu diperlakukan secara manusiawi.

Bersih itu indah, ramah itu juga merupakan keindahan. (*)

Naskah ini juga bisa dibaca di edisi cetak, Tribun Jabar, Selasa (30/8/2016). Ikuti berita menarik lainnya di twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved