Jumat, 15 Mei 2026

Serba Serbi Tribun

Anda Pasti Terkejut Mendengar Alasan Terry Chang Warga Korea Pakai Batik

BATIK yang dikenakannya memiliki motif kembang berkolaborasi dengan sayap burung.

Tayang:
Penulis: cis | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
TRIBUN JABAR / TEUKU MUH GUCI SYAIFUDIN
Terry Chang, warga negara asing (WNA) asal Korea Selatan mengikuti Piksi International Conference on Knowledge and Sciences (Picks) di Hotel Intercontinental, Jalan Resor Dago Pakar Raya, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Selasa (2/8/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Terry Chang, warga negara asing (WNA) asal Korea Selatan mengikuti Piksi International Conference on Knowledge and Sciences (Picks). Terry satu dari beberapa perwakilan WNA yang mengikuti seminar internasional itu.

Seperti peserta seminar lainnya, Terry terlihat menggunakan kemeja batik lengan pendek. Batik yang dikenakannya memiliki motif kembang berkolaborasi dengan sayap burung.

"Saya cinta Batik dan saya sangat menyukai batik," kata Terry kepada wartawan di Hotel Intercontinental, Jalan Resor Dago Pakar Raya, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Selasa (2/8/2016).

Kecintaannya terhadap batik bukan tanpa sebab. Menurut dia batik merupakan pakaian yang memiliki ciri khas tersendiri. Ciri khas itu, kata dia, menunjukkan kebudayaan asli Indonesia. Apalagi batik sudah dianggap sebagai warisan dunia oleh Unesco sehingga harus dilestarikan.

"Batik punya desain yang unik dan tidak bisa ditemukan belahan dunia manapun termasuk Korea," kata Terry.

Dikatakan Terry, Korea sendiri memiliki pakaian tradisional yang menyerupai batik, yakni Hanbok. Namun Batik dan Hanbok memiliki kelebihan dan kekurangannya masing terutama ketika sedang dikenakan.

"Batik enak dipakai terutama untuk kegiatan formal," kata Terry yang sudah tinggal di Indonesia selama sepuluh tahun itu.

Manajer Indonesia Korea Culture and Study ini pun mengaku bangga mengenakan batik dan selalu mengenakan batik setiap Jumat. Tak hanya Jumat, ia terkadang mengenakan batik pada acara tertentu. Ia pun merasa menjadi warga negara Indonesia ketika mengenakan batik.

"Saya sendiri sudah lupa kapan saya pakai batik pertama kali karena saya sudah pakai sejak lama. Koleksi batik sendiri ada beberapa mulai dari yang ukurannya kecil (ketat. Red) dan yang paling besar (longgar. Red)," kata Terry yang juga dosen di Universitas Binus itu. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved