SOROT

Bangga Sekaligus Sedih

Presiden Jokowi mengganti sembilan menteri dan menggeser posisi empat menteri lainnya, Rabu (27/7).

Bangga Sekaligus Sedih
DOKUMENTASI/TRIBUN JABAR
Agung Yulianto, Wartawan Tribun Jabar 

Oleh Agung Yulianto
Wartawan Tribun

RESHUFFLE kabinet jilid 2 akhirnya terjadi juga. Presiden Jokowi mengganti sembilan menteri dan menggeser posisi empat menteri lainnya, Rabu (27/7). Seperti biasa, netizen bereaksi dengan beragam meme yang beredar, sesaat setelah pengumuman perombakan kabinet. Selain meme, banyak juga yang mempertanyakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, dan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan.

Kedua menteri itu begitu populer di media, termasuk di media sosial. Anies, pelopor Program Indonesia Mengajar, tak pernah gaduh dengan menteri lain, atau isu problematik. Lain lagi dengan Jonan, yang seringkali tak seirama dengan menteri lain. Contohnya masalah Brexit alias Brebes Exit pada arus mudik tahun ini. Jonan juga pernah gaduh dengan Menteri BUMN, Rini Soemarno soal kereta cepat Jakarta-Bandung.

Namun, bagi pencinta angkutan umum kereta api, Jonan memiliki prestasi dengan merevolusi tubuh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Perubahan wajah armada kereta dan sistem pelayanan KA sampai hari ini, bekas peninggalan pemikiran fundamental Jonan.

Perombakan Kabinet Kerja jilid 2 ini gaduh, dengan kembalinya Sri Mulyani menjadi Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Bambang Brodjonegoro. Banyak netizen menyambut baik Direktur Pelaksana Bank Dunia ini. Sri pernah menjadi Menkeu di Kabinet Indonesia Bersatu era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun gonjang-ganjing politik di Tanah Air dalam kasus Bank Century pada 2010, membuat SBY saat itu melakukan perombakan kabinet. SBY mengganti Sri dengan Agus Martowardojo. Berita pun mengulas kembalinya Sri, wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi Majalah Forbes pada 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi Majalah Globe Asia Oktober 2007 ini.

Begitu pengumuman Sri Mulyani menjadi Menkeu, kondisi pasar modal langsung naik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih bergerak di atas level 5.000 akan terus melanjutkan penguatannya berkat sentimen positif yang diembuskan Menkeu terbaik Asia pada 2006 versi Emerging Markets ini. Banyak pihak percaya, terutama pebisnis, perekonomian Indonesia akan lebih bagus dipegang Sri. Ekspektasi yang tak berlebihan, dengan melihat kapasitas, kemampuan, dan tentunya keberanian Sri. Semoga, kasus Century yang mendepaknya dari kursi menteri, tidak mengganggu kinerjanya kali ini.

Gaji yang diterimanya sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia, tentu jauh lebih besar dibandingkan jabatan seorang Menkeu. Ternyata Sri lebih memilih pulang ke kampung halaman, membantu perekonomian Indonesia yang tumbuh mentok 4,9 persen dari target 5,2 persen.
Presiden Jokowi juga mengandalkan Sri untuk menyukseskan kebijakan tax amnesty, yang baru digulirkan. Mungkin beberapa di antara kita skeptis, melihat Anies dan Jonan tak lagi menjadi menteri. Namun, kembalinya Sri menjadi harapan baru, di saat optimisme mulai meredup.

"Sri Mulyani Indrawati memberi tahu saya bahwa Presiden Joko Widodo telah memintanya untuk kembali ke Indonesia sebagai menteri keuangan secepatnya. Saya menyampaikan berita ini dengan bangga sekaligus sedih," kata Presiden Bank Dunia, Jim Yong-kim dalam suratnya untuk pegawai Bank Dunia.
Semoga beragam kegaduhan politik tak meredakan semangat perjuangan seorang Sri Mulyani. (*)

Penulis: Agung Yulianto Wibowo
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved