SOROT

Sudah Sakit Tertimpa Palsu

Kartu BPJS palsu yang dibuat pihak tak bertanggungjawab tanpa mengharuskan yang bersangkutan hadir.

Sudah Sakit Tertimpa Palsu
DOKUMENTASI TRIBUN JABAR
Ferri Amiril, Wartawan Tribun

Oleh Ferri Amiril
Wartawan Tribun

SUDAH jatuh tertimpa tangga, perumpamaan apalagi yang cocok yang menggambarkan warga kurang mampu di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung yang menerima kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan palsu.

Termangu, bengong, pikiran kosong, kesal, marah, mungkin perasaan tersebut campur aduk ketika mendapat keterangan dari tempat berobat bahwa kartu mereka tidak bisa dipakai, sementara rasa sakit di badan tidak bisa menunggu lama untuk berobat. Pulang tanpa obat atau tidak jadi dirawat menjadi pilihan sulit yang harus dialami. Tak sampai di situ permasalahan lainnya yang muncul setelah kasus kartu BPJS kesehatan palsu ini muncul ke permukaan.

Sebuah janji manis yang keluar dari mulut seorang yang menyebut tak usah membayar iuran bulanan menjadi anggota BPJS, membuat mereka terbuai. Banyak yang merasa tak mampu membayar bulanan dan alhasil terjebak rayuan yang dilakukan pihak yang tak bertanggungjawab. Banyak juga yang baru mengetahui setelah mereka menggunakan kartu yang selama ini disimpan dan tidak dipergunakan dengan alasan belum sakit.

Kurangnya informasi diduga menjadi faktor lain yang membuat warga di KBB dan Kabupaten Bandung menjadi korban pembuatan kartu BPJS Kesehatan palsu. Tak banyak warga yang biasa mengakses kepesertaan BPJS di website resmi. Jangankan untuk mengakses website, aturan untuk tidak diwakilkan dalam pembuatan kartu pun sepertinya tidak mereka ketahui, sehingga mereka menerima kartu BPJS palsu yang dibuat pihak tak bertanggungjawab tanpa mengharuskan yang bersangkutan hadir.

Pihak BPJS mengaku sudah melakukan sosialisasi dengan maksimal. Mulai cara membuat kartu peserta yang tidak bisa diwakilkan sampai membayar iuran bulanan yang bisa diakses melalui website resmi dan sebagainya. Tapi hal itu ternyata masih menyisakan permasalahan di beberapa daerah dengan munculnya warga yang belum memiliki kartu BPJS yang resmi.

Data menyebut kartu palsu ini golongan tiga, tingkatan terendah yang biasanya dimiliki oleh golongan menengah ke bawah. Jumlah korbannya tak sedikit dan terungkap juga tidak hanya terjadi di satu kabupaten saja.

Mereka yang menjadi korban kini harus memperjuangkan haknya untuk mendapatkan perawatan ketika mereka sakit. Beruntung kasus ini terungkap dan menyita perhatian banyak pihak. Dinas Kesehatan wilayah yang warganya menerima kartu BPJS palsu menyebut akan mengakomodasi warga dengan kategori miskin dan akan memasukkan mereka ke dalam program yang masih terkoneksi dengan program BPJS Kesehatan daerahnya.

Kasus Kartu BPJS Kesehatan palsu ditangani polisi dan pemerintah. Ada beberapa catatan dan evaluasi yang bisa dilakukan oleh pemerintah dan hikmah yang bisa diambil warga dari kasus BPJS kesehatan palsu ini. Semua berharap kasus kartu BPJS kesehatan palsu ini terungkap dan bisa diselesaikan dengan baik karena rasa sakit yang diderita warga tak ada yang palsu, semua butuh obat dan perawatan. (*)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved