Sorot

Judi . . .

DI dunia ada 1001 macam permainan kartu. Remi adalah salah satunya. Siapa pun bisa dan boleh memainkannya.

Penulis: Deni Ahmad Fajar | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR
Deni Ahmad Fajar, Wartawan Tribun. 

Oleh: Deni Ahmad Fajar, Wartawan Tribun Jabar

DI dunia ada 1001 macam permainan kartu. Remi adalah salah satunya. Siapa pun bisa dan boleh memainkannya. Bagi para pesulap, kartu remi bahkan menjadi media favorit untuk menunjukkan kemampuannya dalam "menipu" penonton. Konon permainan kartu jadi pelajaran pertama bagi mereka yang ingin jadi pesulap. Maka, jangan mengaku pesulap bila tidak khatam memainkan kartu.

Sejarah kartu remi sudah sangat tua. Menurut beberapa sejarawan, seperti dikutip Wikipedia, kartu permainan (playing cards) adalah hasil evolusi dari sejenis permainan catur yang dimainkan oleh para gembala di Asia Barat. Sambil menggembala, mereka bermain catur memakai kerikil. Ahli lain mengatakan permainan kartu merupakan evolusi dari semacam upacara untuk berkomunikasi dengan para dewa. Pada perkembangannya, kartu dipakai untuk meramal nasib seseorang (tarot). Tarot pertama kali dikenal di Eropa (Italia).

Dulu kartu permainan hanya dimainkan oleh kaum borjuis atau bangsawan mengingat harganya mahal karena masih buatan tangan dan gambarnya hasil lukisan. Setelah Johannes Gutenberg menemukan sistem cetak, permainan kartu tidak lagi hanya "milik" kaum borjuis dan bangsawan. Siapa pun bisa bermain kartu.

Di Indonesia, permainan kartu juga dimainkan semua kalangan. Permainan kartu dimainkan orang di kota besar hingga di pelosok-pelosok desa. Peronda dan mereka yang bertugas malam di tempat hajatan, biasanya bermain kartu untuk sekadar melawan kantuk dan menahan hawa dingin.

Pendek kata tidak ada larangan untuk boleh bermain kartu, termasuk bermain kartu remi. Siapa boleh bermain kartu, tak terkecuali para wakil rakyat. Juga tidak ada larangan bermain kartu di hotel-hotel berbintang.

Namun bila terbukti tidak sekadar bermain kartu, seperti yang dilakukan beberapa orang yang diduga anggota DPRD Kabupaten Cirebon, polisi akan turun tangan. Seperti diberitakan Tribun Jabar, Jumat (22/7), empat orang yang diduga anggota DPRD Cirebon disergap di sebuah hotel di Kota Bandung karena berjudi kartu remi. Pada penangkapan tersebut polisi menyita kartu remi dan sejumlah uang.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan empat orang yang diduga anggota dewan DRPD Kabupaten Cirebon tersebut bermain judi di kamar hotel, di sela kegiatan rapat peningkatan kepemimpinan anggota DPRD.

Kasus penggerebekan mereka yang diduga anggota DPRD Kabupeten Cirebon yang diduga berjudi itu tentu sangat memprihatinkan. Selain karena mereka melakukan tindakan melawan hukum di sela agenda kerja DPRD, para anggota dewan yang juga para wakil rakyat ini memberi contoh yang tidak baik kepada rakyat.

Bila wakil rakyat yang terhormat tidak bisa membedakan mana judi dan mana yang bukan, tentu sangat memalukan. Mungkin para wakil rakyat itu harus diwajibkan mendengar lagu Judi yang disenandungkan Bang Rhoma Irama. Kalau hasilnya mereka malah keranjingan judi, mereka mungkin harus banyak tur ke Genting Highland atau ke Las Vegas sekalian, bukan ke hotel. (*)

Naskah ini juga bisa Anda baca di edisi cetak, Tribun Jabar, Sabtu (23/7/2016). Ikuti berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved