SOROT
Mudik
Anggota PSB akan disiagakan di jalur provinsi rawan bencana, mulai Singaparna hingga perbatasan Garut
Penulis: Agung Yulianto Wibowo | Editor: Kisdiantoro
Oleh Agung Yulianto
Wartawan Tribun
SUDAH lebih dari dua pekan kaum muslim menjalankan ibadah puasa. Ingar bingar mendekati hari kemenangan mulai terasa. Seperti pengajuan cuti kerja, menunggu pencairan tunjangan hari raya, menunggu gaji ke-14 bagi pegawai negeri sipil, persiapan mudik, hingga diskon besar-besaran kebutuhan pada hari raya.
Berbagai persiapan sudah dilakukan polisi, TNI, dinas kesehatan, dinas perhubungan. Bahkan, Polres Tasikmalaya sampai membentuk satu peleton polisi siaga bencana (PSB) yang khusus disiagakan mengantisipasi bencana di jalan sepanjang 20 kilometer yang dilewati pemudik. Anggota kepolisian ini sudah memiliki keahlian tanggap bencana dan akan ditempatkan di wilayah rawan bencana.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Nugroho, seusai apel gabungan petugas siaga bencana di halaman Mapolres, Rabu (21/6), menjelaskan, PSB ini disiagakan berdasar pertimbangan kondisi cuaca saat ini yang tidak menentu, dan rawan terjadinya bencana khususnya di jalur mudik.
Anggota PSB akan disiagakan di jalur provinsi rawan bencana, mulai Singaparna hingga perbatasan Garut di Kecamatan Salawu, sepanjang sekitar 20 km. Di jalur ini banyak jalan berada di tepian tebing serta jurang. Seperti di betulan Tenjowaringin, yang kerap terjadi tebing longsor menutupi badan jalan.
Anggota peleton khusus tanggap bencana ini sudah memiliki kemampuan untuk menangani bencana. Pada saat bertugas mereka dibekali peralatan khusus penanganan bencana.
Selain itu, Dinas Kesehatan Jabar juga menyiagakan 765 dokter selama arus mudik dan arus balik. Ratusan dokter itu dibantu 4.036 perawat dan tenaga lain sebanyak 2.530 personel.
Sebanyak 523 ambulans juga disiapkan untuk mobilitas pasien ataupun korban kecelakaan.
Semua puskesmas di kota dan kabupaten di Jabar juga disiagakan. Setidaknya 500 puskesmas yang tersebar di kota/kabupaten harus melayani pasien selama H-7 sampai H+7 selama 24 jam.
Adapun puskesmas di jalur mudik itu mencapai 324 unit. Puskesmas merupakan tempat alternatif penanganan korban kecelakaan jika tak bisa ditangani di posko terpadu.
Kodam III Siliwangi juga mengimbau pemudik yang ingin beristirahat, bisa memanfaatkan markas TNI di sepanjang jalur mudik. Bahkan, ada fasilitas kopi gratis di markas tentara. Ratusan ribu polisi dikerahkan untuk menjaga kelancaran arus mudik dan arus balik yang rutin terjadi tiap tahun ini. Belum lagi pegawai kereta api yang tidak boleh libur karena tetap memberikan pelayanan di hari Lebaran.
Di Indonesia, mudik seolah merupakan keniscayaan yang terjadi setiap tahun. Waktu yang tepat untuk sungkem kepada orang tua, berkumpul bersama keluarga, dan bertemu teman-teman pada saat reuni. Nostalgia. "Mudik itu melelahkan karena macet dan berdesakkan di jalan. Tapi ada sesuatu yang berbeda yang dirasakan pada saat bersama-sama pulang kampung. Sesuatu itu tak bisa dideskripsikan dengan kata-kata," ujar seorang teman yang setiap tahun mudik dari Bandung ke kampung halamannya di Yogya menggunakan mobil.
Selamat mudik bagi pemudik. Semoga lancar sampai tujuan, dan kembali dalam keadaan selamat. Amin! (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/agung-yulianto-wartawan-tribun_20160525_094600.jpg)