Pembunuhan

Terungkap! Sebelum Membunuhnya, Tukang Bubur Ini Cabuli Angesti di Warung

ADI kini ditahan di rumah tahanan Markas Poles Sukabumi kota.

Terungkap! Sebelum Membunuhnya, Tukang Bubur Ini Cabuli Angesti di Warung
FACEBOOK
Profil Facebook Angesti Sistiani dan sosok terduga pembunuh dan pemerkosanya, menyebar di media sosial, Senin (13/6/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Seorang pedagang bubur, DS alias Adi (21), menjadi tersangka kasus pembunuhan yang menewaskan Angesti Sistiana (20).

Adi kini ditahan di rumah tahanan Markas Poles Sukabumi kota.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan, peristiwa dipicu rasa suka Adi terhadap korban.

Lantas Adi menyatakan rasa sukanya pada hari kejadian. Namun korban tidak merespon hal itu sehingga timbul niat Adi untuk merudapaksanya.

"Pelaku memaksa korban untuk bersetubuh dengannya, kemudian korban berontak dan melawan sehingga pelaku membungkam wajah korban dengan selimut sampai tidak sadarkan diri," ujar Yusri melalui pesan singkat, Senin (13/6/2016).

Melihat korban tak sadarkan diri, kata Yusri, pelaku melucuti pakaiannya. Lantas pelaku mencabuli korban (maaf) dengan meraba-raba bagian yang terlarang.

Korban pun tersadar dan pelaku secara spontan langsung mencekik lehernya.

"Ia mencekik korban sampai kehabisan nafas, setelah itu pelaku langsung pergi meninggalkan korban," ujar Yusri.

Adi yang menjadi tersangka itu dikenakan pasal berlapis atas perbuatannya, yakni pasal 339 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 291 ayat (2) KUHP.

"Hukumannya penjara di atas lima tahun," kata Yusri. Penyidik, kata Yusri, masih menunggu hasil otopsi terhadap korban yang dilakukan Tim Dokter Forensik Rumah Sakit R Syamsudin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Angesti ditemukan tak bernyawa di warung di RT 17/4 Kampung Sungapan, Desa Kadudampit, Kecamatan Kadudampit, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (11/6/2016). Angesti ditemukan dalam keadaan tanpa menggunakan celana dan hanya menggunakan kutang.

Nenek Angesti, Sukimah (54) merupakan orang yang pertama kali menemukan dalam keadaan tidak bernyawa sekitar pukul 15.00 WIB. Sukimah kemudian meminta pertolongan kepada tetangga sekitar dan kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Kadudampit. (*)

Penulis: cis
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved