SOROT

Uang Receh

Tengok saja Bank Indonesia (BI) telah mempersiapkan pusat penukaran uang.

Penulis: Januar Pribadi Hamel | Editor: Kisdiantoro
TRIBUN JABAR
Januar Pribadi H, Wartawan Tribun. 

Oleh Oleh Januar P Hamel
Wartawan Tribun

UANG receh menjadi primadona setiap Ramadan dan Lebaran. Uang ini bakal dicari dan diburu oleh siapa pun. Biasanya mereka yang telah menerima tunjangan hari raya (THR) akan menyisihkan uangnya untuk ditukar dengan uang receh. Tapi ada juga yang jauh-jauh hari sudah menukarkan uang yang nomimalnya besar dengan uang receh.

Tengok saja Bank Indonesia (BI) telah mempersiapkan pusat penukaran uang. Mereka membuka penukaran uang dibuka jauh-jauh hari agar tertib dan menghindari antrean. BI Perwakilan Provinsi Jawa Barat di Bandung akan menyiapkan tempat penukaran uang di pasar tradisional atau modern, alun-alun, rest area, terminal, stasiun, bandara dan pusat keramaian. BI juga bekerja sama dengan perbankan dengan membuka loket di kantornya untuk melayani penukaran kepada masyarakat yakni 154 kantor cabang bank dan 23 kantor cabang BPR.

Nah kenapa uang receh tiba-tiba begitu penting? Ada tradisi, saat Lebaran nanti para orang tua harus bagi-bagi uang pada anak-anaknya. Jumlahnya tidak banyak, tetapi berupa uang receh. Begitu juga sebaliknya, anak-anaknya yang sudah bekerja harus membagikan uang kepada keponakan, sepupu, atau saudara-saudaranya yang lain.

Uang receh yang dibagikan biasanya dengan nominal Rp 1.000 hingga Rp 20.000. Nah kalau nominalnya Rp 50.000 hingga Rp 100.000 untuk orang-orang khusus. Seperti dalam tradisi orang Tionghoa, uang-uang tersebut dimasukkan ke dalam amplop, atau ada juga yang langsung diberikan tanpa dimasukkan ke dalam amplop.

Uang receh juga digunakan untuk memberikan sedekah sekadarnya saat Ramadan. Saat mudik ke kampung, biasanya orang-orang yang datang dari ke kota menyiapkan amplop-amplop berisi recehan untuk dibagikan pada anak-anak kenalannya di daerah asal.

Pada Ramadan sekarang uang receh akan semakin penting. Kapolda Jabar Irjen Pol Bambang Waskito mewanti-wanti kepada para pemudik yang akan melalui Tol Cipali untuk menyiapkan uang receh. Jika pemudik menyediakan uang receh penumpukan di Pintu Gerbang Tol kemungkinan bisa diminimalisir. “Diprediksi waktu transaksi itu delapan detik, tapi kalau memang bisa, ditekan lagi. Kami imbau para pemudik dari rumah sudah menyiapkan uang recehan,” ujarnya kepada wartawan seusai rapat koordinasi lintas sektoral di Markas Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Kamis (9/6).

Kapolda Jabar telah memprediksi kepadatan akan terjadi di pintu tol, terutama di pintu tol Cipali. Tol Cipali sudah menjadi favorit bagi yang tadinya bepergian menggunakan jalur pantura sejak diresmikan. Tahun lalu perhatian pun tercurahkan ke jalan tol. Prediksi Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar jumlah pemudik dari arah barat ke timur bisa mencapai 10 juta orang. Adapun dari arah timur ke barat, jumlah pemudik diprediksi mencapai 7 juta orang.

"Itu yang akan melintasi Jabar. Dari prediksi itu, 51 persennya merupakan pengguna sepeda motor," ujar Kepala Dishub Jabar, Deddy Taufik di Markas Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (9/6).

Jadi untuk meminimalisir kemacetan, terutama di pintu-pintu tol sebaiknya sediakan uang recah. Gunakan uang pas saat membayar tiket nanti untuk mencegah antrean panjang. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved