Sorot

Bungkam Suara Miring

Memang tantangan berat untuk Dejan menangani klub sekelas Persib.

Penulis: Oktora Veriawan | Editor: Dedy Herdiana
dok. pribadi / facebook
Oktora Veriawan, Wartawan Tribun. 

Oleh: Oktora Veriawan, Wartawan Tribun

TERLALU dini menilai performa Persib saat ini. Pasalnya, laga baru satu pertandingan, masih ada 33 pertandingan lagi. Jadi berilah waktu kepada skuat Persib di bawah racikan Dejan Antonic untuk membuktikan diri.

Hal ini perlu disampaikan karena pada Senin (2/5), sekelompok oknum bobotoh melakukan aksi unjuk rasa yang kecewa dengan performa Persib saat ini, terutama dalam hal perekrutan beberapa pemain.

Entah ada maksud apa di balik unjuk rasa saat Persib berlatih di lapangan Progresif itu, tapi yang jelas aksi para oknum tersebut bisa membuat suasana tim jadi tak kondusif.

Memang tantangan berat untuk Dejan menangani klub sekelas Persib. Bukan hanya faktor nama kebesaran, juga faktor tuntutan dari bobotoh.

Dalam kamusnya, tak ada kata lain selain Persib harus juara. Mereka tak mau ada alasan dari pelatih atau pemain jika Persib tak juara.

Bobotoh menilai, siapa pun pemain yang direkrut harus bisa membawa Persib juara, begitupun pelatih harus mampu meracik tim agar bisa juara.

Termasuk saat pelatih Persib sekarang, Dejan, meminta waktu agar dia bisa membentuk sebuah tim juara. Dia meminta waktu dua musim untuk menciptakan tim tersebut.

Dejan beralasan, saat ini ia memegang tim dalam kondisi pincang karena ditinggalkan tulang punggungnya yang ramai-ramai hijrah ke tim lain. Apalagi dia memiliki konsep pembinaan pemain muda, di mana Persib sekarang lebih muda karena mayoritas dihuni pemain yang berusia di bawah 28 tahun.

Maka dari itu, dia memohon kepada manajemen dan bobotoh untuk sedikit bersabar. Tapi yang namanya bobotoh, tak mau hal itu menjadi alasan.

Yang ada dipikiran mereka adalah Persib juara lagi dan kegagalan Persib di beberapa turnamen pramusim jangan terulang lagi.

Kekecewaan bobotoh kemungkinan akan memuncak jika dalam empat pertandingan ke depan performa tim tak kunjung membaik. Dejan akan diuji dalam laga tandang melawan Pusamania (7/5) dan Persiba (21/5), serta dua laga kandang melawan Bali United (14/5) dan Madura United (28/5).

Yang paling dekat adalah melawan Pusamania Borneo FC, malam ini. Skuat Persib patut mewaspadai serangan cepat dari kedua sayap mereka, di mana pergerakan Terens Puhiri dan Sultan Samma dipastikan akan menyulitkan sektor bek sayap. Belum lagi sosok Pedro Javier di lini depan tim lawan yang kuat dalam duel bola-bola atas.

Di lini tengah, kedua tim memiliki kekuatan yang sama, baik Persib ataupun Pusamania dihuni gelandang-gelandang enerjik. Persib memiliki Hariono, Pugliara, dan Kim, sementara di kubu lawan ada Ponaryo, Hendra Ridwan, dan Dos Santos.

Titik lemah Pusamania ada di sektor belakang. Persib harus bisa memanfaatkan celah yang diisi oleh Leonard Tupamahu, Diego Michiels, Boschetti, dan Zulkifli Syukur. Kedua pemain ini kerap keteteran jika menghadapi pemain-pemain cepat, semisal Atep, Tantan, atau Samsul Arif.

Laga nanti akan menjadi pembuktian dari Dejan untuk membungkam suara-suara miring oknum bobotoh yang sudah meminta manajemen mengevaluasi kursi panas pelatih.

Semoga Dejan dan skuat Persib bisa menjawab kekecewaan bobotoh dengan kemenangan demi kemenangan. (*)

Naskah ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Sabtu (7/5/2016). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved