SOROT
Manfaatkan Keuntungan
Di kubu Bali United juga ada pembenahan, khususnya berkenaan pemain asing.
Penulis: Giri | Editor: Kisdiantoro
Oleh Sugiri U. A
Wartawan Tribun
SEMPAT tertekan di awal, Persib Bandung akhirnya bertarung di semifinal Piala Bhayangkara. Bali United jadi lawan di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (30/3) malam ini, untuk mendapatkan tiket final.
Jika menang dalam pertandingan tunggal, Persib akan bermain lagi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (3/4). Lokasi final sudah ditentukan sebelum turnamen digelar, seperti saat Persib juara Piala Presiden di tempat yang sama.
Bagi Persib, Bali United bukanlah lawan baru. Pada tahun ini saja, kedua tim sudah bertemu dua kali. Pertama berlangsung di Bandung, yang berkesudahan dengan kemenangan 3-0. Laga itu bertajuk uji coba. Sedangkan yang kedua terjadi di kandang tim asuhan Indra Sjafri, Stadion Kapten I Wayan Dipta. Skor akhir 1-1.
Dua laga itu bukanlah gambaran kekuatan kedua tim jika merujuk Piala Bhayangkara. Penambahan kekuatan terjadi pada kedua belah pihak berdasarkan evaluasi, setidaknya setelah bertemu di Bali.
Di kubu Persib ada Juan Carlos Belencoso. Striker asal Spanyol itu didatangkan untuk menggantikan Aron Da Silva yang tiba-tiba hengkang setelah melawan tim Serdadu Tridatu di Bandung. Padahal penyerang asal Brasil itu memberi kesan baik kepada bobotoh dengan turut mencetak satu gol.
Selain Belencoso, hanya Yanto Basna yang belum pernah bertemu Bali United dengan kostum Maung Bandung. Tapi bek yang sebelumnya membela Mitra Kukar itu absen pada laga kali ini karena akumulasi kartu kuning.
Di kubu Bali United juga ada pembenahan, khususnya berkenaan pemain asing. Agar berprestasi, Kiko Insa, Lucas Patinho, dan Silvio Escobar didatangkan untuk memperkuat tiga lini. Sama seperti Yanto, Kiko yang berstatus pemain pinjaman dari Arema Cronus juga absen dengan alasan serupa.
Melawan Bali United, Persib berada di atas angin. Semua alasan mengerucut pada kemenangan meski catatan di atas kertas bisa berbeda dengan di atas rumput. Meski hanya bermain 1-1 melawan Mitra Kukar pada laga pembuka ajang bikinan Polri, Persib mampu menggebuk Pusamania Borneo FC (1-0), PS TNI (2-0), dan Sriwijaya FC (2-0) sehingga jadi penguasa Grup A. Bandingkan dengan Bali United yang bersusah payah untuk jadi runner up Grup B. I Gede Sukadana dan kawan-kawan harus menjalani dua laga pertama dengan kekalahan 1-2 atas Arema Cronus dan Persija Jakarta. Enam poin akhirnya dikumpulkan berkat kemenangan 1-0 atas Persipura Jayapura dan PS Polri.
Walau diuntungkan dengan berbagai kondisi, seperti tetap bermain di kandang sendiri yang berarti mendapat dukungan penuh penonton, Persib dilarang lengah. Spirit kemenangan harus terus dikobarkan kalau tidak ingin menyesali diri setelah wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan selesai. Apalagi, Persib juga mendapat keuntungan masa recovery lebih lama dibandingkan lawan. M Taufiq dan kawan-kawan terakhir bermain Sabtu (26/3), sementara Bali United sehari setelahnya. Bukan itu saja, lawan juga harus melakukan perjalanan ke Bandung.
Jika bisa melewati Bali United, Persib akan bertarung di Jakarta. Lawannya adalah pemenang laga semifinal lainnya di Stadion Kanjuruhan, Malang, antara Arema melawan Sriwijaya FC. Bukan lawan yang mudah, tentu saja.
Namun siapa lawan nanti, yang pertama, Persib dituntut melewati Bali United dulu. Tidak boleh lagi masalah adaptasi karena 70 persen penggawa berstatus baru menjadi alasan ketidakberdayaan. Meski sebenarnya itu fakta, termasuk belum bergabungnya Robertino Pugliara. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sugiri-ua-baru-lagi_20150629_092819.jpg)