Sorot
Rio Haryanto
Rio gagal menuntaskan finish bukan karena ketidakmampuan
Penulis: Januar Pribadi Hamel | Editor: Dedy Herdiana
Oleh: Januar P Hamel
RIO Haryanto membalap di Sirkuit Albert Park Melbourne Australia. Balapannya juga bukan sembarangan, tapi balapan mobil paling bergengsi yakni Formula 1, yang lebih sering disebut F1.
Rio memang tidak tuntas merampungkan balapan karena mobil timnya, Tim Manor Racing, mengalami kesalahan teknis. Rio harus berhenti di lap 17, ketika balapan terpaksa dihentikan karena pebalap McLaren, Fernando Alonso tabrakan dengan Haas Racing F1, Esteban Gutierrez.
Tim Manor Racing pun lantas minta maaf dan menyesali kejadian itu.
"Di satu sisi kami bisa mengambil beberapa hal positif yang nyata dari balapan pertama musim ini. Jelas bahwa kami telah membuat sebuah langkah ke depan yang bagus dari tahun lalu. Kecepatan kami di awal lomba juga memperlihatkan potensi dari paket mobil kami. Di saat yang sama, kami belajar banyak di mana harus improve," ujar Racing Director Manor, Dave Ryan, dalam keterangan persnya seperti dikutip detik.com.
Harapan itu kembali timbul, Rio gagal menuntaskan finish bukan karena ketidakmampuan, melainkan lantaran F1-nya mengalami kesalahan teknis.
Semua yang bangga dengan Rio masih bisa banyak berharap pada balapan selanjutnya. Rio bersama timnya kini harus bersiap membalap di seri kedua di Sirkuit Bahraih pada 3 April.
Rio adalah asli orang Indonesia. Sebelum menjadi pebalap F1, ia harus tertatih-tatih menuntaskan balapan yang kelasnya jauh di bawah balapan jet darat itu.
Rio telah menyelesaikan tahapan-tahapan yang harus dilalui sebelum benar-benar membalap di kokpit F1. Pertama kali balapan dia harus memacu gokartnya hingga akhirnya sukses menjadi juara nasional.
Rio kemudian membuat loncatan dengan ikut balapan di Benua Asia dengan mengikuti Asian Formula Renault Challenge, Formula Asia 2.0, dan formula BMW Pacific.
Prestasi Rio tidak meredup. Dia bahkan sempat menjadi yang tercepat dalam seri 2.0 FAsia. Dia memenangkan dua balapan. Dia menempati peringkat ketiga secara keseluruhan.
Pada 2012 Rio melakukan lompatan berarti saat ikut GP2 Series bersama Carlin GP2 Team.
Tahun ini Rio mulai mengenal mobil F1 dengan mengendarai milik Marussia F1 Team sebanyak 79 lap di Sirkuit Silverstone, Inggris. Rio menjadi orang Indonesia pertama yang memenuhi syarat mendapatkan FIA superlisence. Rio pun telah memenuhi syarat untuk memacu mobil F1.
Sejarah pun berpihak pada Rio ketika Tim Manor Racing mengumumkan Rio sebagai pebalap tim itu untuk mengarungi balapan F1 tahun ini.
Sebelumnya, sempat terjadi gonjang ganjing soal pendanaan keikutsertaan Rio. Rio yang selama balapan disponsori Pertamina harus punya dana sekitar Rp 320 miliar untuk musim balap 2016.
Pertamina tidak dapat menanggung dana sebesar itu. Kesempatan emas itu pun seakan sirna karena ketidakadaan dana.
Rio terus melangkah dan berkat pecintanya dan pemerintah, penggalangan dana terus dilakukan. Kesulitan itu akhirnya bisa teratasi. Rio pun bisa tampil di F1.
Di Albert Park dia sejajar dengan pebalap-pebalap nomor wahid di dunia. Dia berfoto bersama Fernando Alonso, Kimi Raikkonen, Felippe Massa, Lewis Hamilton dan Nico Rosberg. Dia juga sempat menjadi perhatian ketika mendapat kesempatan mengikuti sesi jumpa pers.
Rasanya tidak berlebihan untuk menyanjung Rio yang telah berhasil mengibarkan bendera merah putih di arena balapan F1.
Itu saja sudah merinding, apalagi kalau Rio berhasil naik podium pada seri-seri berikutnya. Berharap itu sah-sah saja dan siapa tahu jadi kenyataan. (*)
Naskah ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Rabu (23/3/2016). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/januar-p-hamel-wartawan-tribun-3_20160323_204232.jpg)