Sorot

Babak Baru Emil

ADA keakraban yang coba dibangun di situ.

Penulis: Deni Ahmad Fajar | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
dok. pribadi / facebook
Deni Ahmad Fajar, Wartawan Tribun Jabar. 

DI layar kaca, beberapa waktu lalu, tampak Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama yang kita kenal dengan sebutan Ahok, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil (Emil), tampil santai di hadapan wartawan.

Senyum ketiganya disebar ke semua yang hadir termasuk kepada wartawan yang menghadang mereka.

Ada keakraban yang coba dibangun di situ. Ketiganya juga mencoba tampil rileks dan mengenyahkan suasana kaku dan formal yang biasa lahir dalam pertemuan politis.

Kehadiran Ganjar dan Emil di kantor Ahok tersebut makin melambungkan wacana Gubernur Jateng dan Wali Kota Bandung tersebut untuk bertarung memperebutkan kursi Gubernur Jakarta.

(lihat juga VIDEO: Ngeri! Gajah Kesasar, Ngamuk, Warga Siliguri Lari Kocar-kacir)

Ganjar dan Kang Emil menepis isu tersebut, namun kehadiran keduanya di kantor Ahok dalam kesempatan itu, justru membuat publik penasaran.

Dalam berbagai kesempatan, Emil menegaskan dia tidak akan "hijrah" ke Jakarta, tidak akan meninggalkan Bandung. Menurutnya, sebagai Wali Kota Bandung, dia punya banyak pekerjaan yang belum bisa dituntaskan di Kota Kembang.

Dengan kata lain, Emil punya janji semasa kampanye untuk menjadi Bandung Satu yang belum
direalisasikan.

Semakin sering Emil mengatakan tidak akan meninggalkan pekerjaannya sebagai Wali Kota Bandung, semakin kencang suara-suara yang menyebut Emil akan meninggalkan Bandung untuk mencoba peruntungan bertarung dengan Ahok di ibu kota.

(lihat juga VIDEO: Seperti Ini Atraksi Barongsai Tonggak di Area Plaza Trans Studio Mall Bandung)

Tidak sedikit pula yang menggadang-gadang (kalau tidak mau disebut mengompori) Emil sebagai lawan paling pas untuk melawan Ahok dalam perebutan kursi DKI 1.

Untuk menepis suara-suara yang makin gaduh tersebut, konon, hari ini Emil secara khusus akan menggelar konferensi pers guna menegaskan kembali bahwa dia tidak akan ikut arus untuk mencoba peruntungan dalam Pilkada Jakarta.

Lewat jumpa pers itu, bisa jadi Emil memang menyatakan tak akan maju ke Pilkada Jakarta, namun siapa bisa tahu agenda lain dari Kang Emil ini.

Karena seperti kata suara-suara yang lain, Emil juga sangat pantas maju ke Pilkada Jabar.

Bahkan banyak yang menilai Emil ini lebih berpeluang menang di Pilkada Jabar dibanding di Pilkada Jakarta yang punya calon incumbent setangguh Ahok.

(lihat juga VIDEO: Detik-detik 2500 Seragam Batik Karya Siswa Santo Aloysius Bandung Masuk MURI)

Emil, menurut banyak orang, belum bisa mengalahkan Ahok. Apalagi saat kampanye Pilwalkot Bandung lalu, Emil sangat Persib banget.

Lalu bagaimana Emil bisa menjadi orang nomor satu di Jakarta yang, seperti kita tahu, adalah "rumahnya" pendukung Persija Jakarta.

Bila ingin menang di Jakarta, kata kawan saya yang penggila sepak bola, Emil harus merebut dulu hati The Jak sebelum berhadapan dengan Ahok.

Marilah kita berandai-andai Akang Emil memang mengincar kursi Gubernur Jabar, maka Pilkada Jabar nanti pasti akan seru. Paling tidak, Emil akan membuat Deddy Mizwar, Netty Heryawan, dan Dedi Mulyadi, yang disebut-sebut siap bertarung di Pilgub Jabar, harus bekerja lebih keras.

Ah, kita sebenarnya hanya bisa berandai-andai. Karena siapa bisa menebak isi hati dan skenario Kang Emil.

Pada posisi seperti ini, marilah kita menunggu babak baru yang akan dimainkan Kang Emil. (*)

Naskah ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Senin (29/2/2016). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved