Harga Minyak Mulai Naik Gara-gara Konflik Arab Saudi-Iran

Arab Saudi dan Iran, merupakan produsen pertama dan kelima peringkat OPEC, yang juga berada di sisi berlawanan

Harga Minyak Mulai Naik Gara-gara Konflik Arab Saudi-Iran
BBC
Konflik di Yaman-Konflik di Yaman terus menjadi pemicu perselisihan Arab saudi dan Iran, yang berujung pada putusnya hubungan diplomatik kedua negara itu. 

HONG KONG, TRIBUN - Minyak merangkak naik di hari kedua seiring ketegangan baru di Timur Tengah antara Arab Saudi dengan Iran. Di mana Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran sehari setelah kedutaanya di Teheran diserang demonstran sehubungan eksekusi ulama Syiah.

Harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari naik sebanyak 1,28 dolar AS ke level 38,32 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level 38,03 dolar AS pada pukul 08:27 siang waktu Hong Kong.

Kontrak minyak jenis ini naik 44 sen k e level 37,04 dolar AS pada Kamis (31/12) tahun lalu. Volume semua berjangka yang diperdagangkan yakni sekitar dua kali lipat rata-rata 100-hari. Harga kehilangan 11 persen pada Desember untuk penurunan bulanan kedua

Asal tahu saja, pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan dampak dan demonstran bersenjatakan batu dan bom menyerang kedutaan Saudi di Teheran pada hari Sabtu dan membuat salah satu bagian dari bangunan terbakar.

Arab Saudi dan Iran, merupakan produsen pertama dan kelima peringkat OPEC, yang juga berada di sisi berlawanan konflik Timur Tengah dari Suriah sampai Yaman. Harga pekan lalu ditutup dengan kergian terbesar dua tahun terkait spekulasi surplus global akan terus berkepanjangan seiring stok minyak mentah AS tumbuh pada tingkat rekor dan Organisasi Negara Pengekspor Minyak meninggalkan batas output mereka tidak berubah. (kontan)

Editor: Adityas Annas Azhari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved