SOROT

Pekerjaan Rumah Menunggu

Seabrek pekerjaan rumah sudah menanti bupati dan wakilnya selepas dilantik.

Penulis: Oktora Veriawan | Editor: Kisdiantoro
TRIBUN JABAR
Oktora Veriawan, Wartawan Tribun. 

Oleh Oktora Veriawan
Wartawan Tribun

PILKADA serentak Kabupaten Bandung memasuki tahapan akhir, setelah 9 Desember, pemilih menentukan pilihannya. Hasilnya pasangan calon nomor urut 2, Dadang M Naser dan Gun Gun Gunawan, yang maju melalui jalur independen meraih 982.191 suara atau 64,25 persen, mengungguli pasangan lainnya. Disusul pasangan calon nomor 1, Sofyan Yahya dan Agus Yasmin, yang diusung PKB, Partai NasDem, PAN, dan Partai Hanura, dengan raihan 381.349 suara atau 24,95 persen. Posisi terakhir diraih calon nomor 3, Deki Fajar dan Dony Mulyana Kurnia, yang diusung PDIP dan Partai Demokrat dengan raihan 165.084 suara atau 10,80 persen.

Meskipun belum ditetapkan secara resmi sebagai pemenang pilkada, bisa dipastikan bupati petahana tetap menduduki singgasananya sebagai orang nomor 1 di Kabupaten Bandung setelah suaranya unggul jauh dari pesaingnya.

Dengan pengalaman memimpin Kabupaten Bandung satu periode ke belakang, bukan jaminan tugas dan pekerjaan Dadang menjadi lebih ringan dalam lima tahun ke depan. Seabrek pekerjaan rumah sudah menanti bupati dan wakilnya selepas dilantik.

Seperti persoalan sampah di mana pengangkutan sampah tak sebanding dengan produksi sampah per hari. Kondisi itu diperparah dengan perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Akibatnya, di beberapa titik, bisa ditemui sampah menumpuk bahkan tercecer di tempat-tempat umum, seperti di pinggir jalan, sungai, dan pasar tradisional.

Pekerjaan rumah lainnya yaitu penyelesaian berbagai persoalan lingkungan, seperti alih fungsi lahan, pencemaran, dan mafia perizinan. Walhi bahkan pernah mencap Pemkab Bandung tidak serius melakukan penindakan terhadap industri-industri yang melakukan pencemaran sungai.
Sesuai data yang didapat dari berbagai sumber, tercatat 132 industri di Kabupaten Bandung diduga melakukan pencemaran lingkungan. Rinciannya 17 industri mencemari Sungai Citarik, 35 industri mencemari Sungai Cirasea, 22 industri mencemari Sungai Cisangkuy, 3 industri mencemari Sungai Cipalasari, dan sebanyak 21 industri mencemari Sungai Cisirung.

Pekerjaan rumah yang sudah di depan mata adalah persoalan banjir. Memang persoalan banjir di Bandung Selatan telah menjadi persoalan nasional. Mulai dari pemerintah pusat, pemprov dan pemkab, sama-sama terlibat dalam menangani persoalan ini. Tapi korban banjir tak mau tahu soal birokrasi. Hal yang mereka inginkan hanyalah action dari bupati untuk mengatasi banjir.

Untuk itu, bupati terpilih harus lebih aktif dan lebih memiliki power dalam setiap rapat dengan pemerintah pusat dan pemprov, untuk penentuan kebijakan penyelesaian banjir Bandung Selatan.
Terlepas dari persoalan seabrek itu, kepemimpinan Dadang di periode pertama pun, beberapa di antaranya menuai prestasi. Sejumlah penghargaan pernah diraih, seperti tujuh buah penghargaan di bidang ketahanan pangan, penghargaan dari Kemenag, penghargaan Swasti Saba Padapa di bidang kesehatan, dan lainnya. Bupati Dadang pun sukses dalam program pembetonan jalan.

Memang terlalu prematur untuk mengucapkan selamat kepada pasangan Dadang Naser-Gun Gun Gunawan karena mereka belum ditetapkan sebagai pemenang pilkada.. Kemenangan ini adalah amanah dari rakyat Kabupaten Bandung. Rakyat menunggu action bupati dan wakil bupati terpilih untuk menyelesaikan seabrek persoalan yang ada di Kabupaten Bandung. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved