Breaking News:

Tarif Listrik Naik

Warga Protes Kenaikan Tarif Listrik, "Jangan-jangan Rp 20 Ribu Habis Sehari"

"Listrik hampir setiap bulan naik, jelas keberatan, saya mohon kenaikan ditunda," ujar Nining (33) warga Karees.

KONTAN.CO.ID
Illustrasi cara memasukan pulsa listrik. 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sejumlah warga Kota Bandung merasa keberatan dan menyesalkan diberlakukannya penyesuaian tarif listrik per 1 Desember 2015 karena sudah sering naik dan tak pernah diprotes.

"Listrik hampir setiap bulan naik, jelas keberatan, saya mohon kenaikan ditunda," ujar Nining (33) warga Karees.

Menurut Nining, listrik kebutuhan dasar masyarakat tak bisa naik semaunya PLN. "Saya harus menohon kepada siapa karena rasanya sudah tak sanggup mengahadapi kenaiakan lisrik," ujar Nining.

Menurut Nining yang semula bayar Rp 90 ribu per bulan kini harus bayar Rp 200 ribu.

Hal yang sama diungkapkan Damayanti (33) warga Kompleks Adipura yang menggunakan listrik token semula token Rp 20 ribu bisa terpakai satu minggu tapi sebulan terakhir tiga hari sudah habis. "Kalau sekarang naik lagi, bisa-bisa token Rp 20 ribu habis dalam satu hari," ujar Damayanti.

Sedangkan Apriani (33) warga Ciwastra tak mempermasalahkan kenaikan tarif listrik asal pelayanan baik. "Listrik naik tapi sering padam pasti keberatan, tapi naik untuk peningkatan pelayanan tak ada masalah," ujarnya.(tsm)

Penulis: Tiah SM
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved