Sorot
Laga Kunci
PERJALANAN tim Persib di Piala Jenderal Sudirman tak semulus harapan bobotoh.
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Dedy Herdiana
PERJALANAN tim Persib di Piala Jenderal Sudirman tak semulus harapan bobotoh. Tampil perdana melawan Persela Lamongan, Persib harus bekerja keras untuk menyamakan kedudukan dan sempat ketinggalan skor dua kali. Beruntung akhir dramatis di menit-menit akhir tersebut membuat Persib unggul 3-2.
Aksi Konate menjadi penentu dalam laga awal beberapa waktu lalu. Kehadirannya mampu membuat punggawa-punggawa Persib lainnya lebih semangat.
Lebih memperlihatkan permainan agresif dan permainan kolektif serta mampu menguasai jalannya pertandingan. Apalagi hadirnya Firman Utina yang menjadi play maker dengan umpan-umpan tak terduga, menjadikan permainan lebih menarik. Persib berhasil membuktikan mental juaranya di laga versus Persela.
Mental juara Persib kembali diuji di laga penyisihan kedua kontra Surabaya United. Sejak menit awal berbunyi kedua tim yang pendukungnya bersahabat ini terlihat berhati-hati dalam bermain.
Saling menyerang dan memperlihatkan tekanan demi tekanan diperlihatkan. Namun Persib terlihat kewalahan dengan beberapa serangan yang dilakukan Evan Dimas dan kawan-kawan.
Dalam dua laga perdana terlihat betapa rapuhnya pertahanan Persib. Persiapan yang belum matang terlihat dari belum sinkronnya pemain-pemain belakang baru. Hal itu juga yang menjadi perhatian penting pelatih Djadjang
Nurjaman. Menjadi fokus dari Djadjang untuk memperbaiki lini belakang Persib setelah hengkangnya Vujovic. Beberapa strategi baru coba diterapkan, namun ternyata masih menjadi pekerjaan yang tidak mudah dan terbukti dari laga kedua. Sempat menahan imbang, Persib pun harus menerima kekalahan dari Surabaya United.
Kalah di laga kedua penyisihan membuat langkah Persib tak gampang untuk meraih tiket ke babak delapan besar. Persaingan di grup C semakin ketat setelah secara mengejutkan PS TNI lebih dulu melenggang mengamankan satu tiket ke delapan besar.
Tiket ke delapan besar, kembali menjadi poin penting fokus Persib selanjutnya. Dua laga penyisihan sebelumnya yang tak maksimal harus menjadi bahan evaluasi penting.
Perang tangan dingin Djadjang harus cermat menempatkan para pemain sejak peluit awal berbunyi pada laga ketiga penyisihan yang berlangsung Jumat (27/11) besok.
Pada laga ketiga, Persib akan bertemu Pusamania Borneo FC. Tim yang dianggap selalu memberi kejutan saat melawan Persib. Persiapan pun dilakukan termasuk penyelesaian akhir dari lini tengah hingga ke jantung pertahanan lawan.
Dari serangkaian latihan jelang laga penentu lolos tidaknya tersebut, Djadjang belum terlihat membahas strategi pertahanan yang akan diterapkan.
Sang kapten Persib, Atep, menyadari performa timnya di dua laga perdana memperlihatkan permainan yang tidak biasanya. Ia menyadari mental juara bukan satu-satunya syarat untuk meraih tiket ke babak selanjutnya.
Atep dan Djadjang punya tugas penting untuk membakar semangat tim dan bermain di dua laga terakhir dengan meraih poin penuh kemenangan. Kata menang menjadi kata penting dalam laga kunci versus Pusamania Borneo FC ini. (*)
Naskah ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Kamis (26/11/2015). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twiiter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ferri-amiril-wartawan-tribun_20151126_084921.jpg)