Leisure
Hmm. . . Mie Ayam ala Si Cepot Ini Terinspirasi Cwie Mie Malang
MIE dibuat setiap hari agar tetap higienis.
Penulis: cr3 | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Baksonya Mantap
Mie ayam ala si Cepot plus bakso. (foto: ardhi nugraha wahid)
Baksonya pun sungguh terasa mantap. Bakso kecil maupun besar sungguh empuk dan lembut, dengan rasa daging yang begitu terasa.
"Perbandingan antara daging sapi sama aci yaitu 4 kilogram berbanding 1/4 kilogram," ujar Neneng, menceritakan bagaimana pengolahan bakso yang kuat rasa dagingnya.
Tekstur kulit agak kasar pada bakso besar pun bukan hanya tampilan saja, melainkan urat atau lemak daging sapi yang diolah bersama pada bakso.
Tekstur kenyal urat melengkapi bakso lembut nan empuk ini. Pangsit pun melengkapi berbagai tesktur mie ayam ini dengan kerenyahannya.
Tentu saja, sambal khas cabai pun tersedia di sini. Sambal perlu dicoba, karena diolah dari cabai asli tanpa tambahan apapun, sungguh terasa segar alami pedasnya.
Ariska dan Yusuf, sepasang mahasiswa UPI pun sangat menyukai sajian mie ayam ini.
"Semenjak makan mie ayam di sini, akhirnya tiap kali makan di Bakso Cepot n Cafe, yang dipesan itu terus," ujar Ariska, yang sedang memesan pula mie ayam ala Si Cepot.
"Memang beda sih ama mie ayam yang lainnya," tambah Ragil, Nadia, dan Uwi yang baru saja mencoba rasa mie ayam khas ini.
Seporsi mie ayam ini dapat dipesan dengan kisaran harga Rp 12 ribu lengkap dengan baksonya, atau Rp 8 ribu tanpa bakso.(*)
Naskah ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Kamis (29/10/2015). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.