Selasa, 19 Mei 2026

Kesehatan

Ini yang Wajib Diketahui Wanita Soal Warna dan Tekstur Darah Menstruasi

KONDISI menstruasi yang normal terjadi setiap bulan

Tayang:
Penulis: Fauzie Pradita Abbas | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
plus.google.com
Darah menetes di air. 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Sudah tahu arti tekstur darah haid atau menstruasi?

Seperti dilansir situs konsultasi kesehatan, meetdoctor, darah menstruasi yang dikeluarkan dari rahim wanita setiap bulannya memiliki tekstur dan warna yang berbeda-beda dengan artinya masing-masing.

Hasil dari sel telur yang meluruh karena tidak terjadi pembuahan ini dapat menghasilkan warna merah terang, kecokelatan hingga hitam, serta dapat bertekstur tipis atau sangat tebal.

Perubahan yang terjadi pada warna dan tekstur darah kotor, bukanlah termasuk kondisi yang serius, namun tetap harus diwaspadai segala kemungkinannya.

Kondisi menstruasi yang normal terjadi setiap bulan karena tidak adanya kehamilan, biasanya setiap 21-35 hari sekali dalam jangka waktu dua hingga tujuh hari.

Darah yang dikeluarkan pun jumlahnya bervariasi, dari hanya sebanyak 4 sendok teh hingga sebanyak 12 sendok teh setiap kali kedatangan tamu.

Berdasarkan warna darah, menstruasi bulanan wanita dapat berarti:
1. Merah terang, darah yang baru saja dikeluarkan dari dalam tubuh. Aliran darah yang terjadi cenderung ringan dan teratur.

2. Merah gelap, yang menandakan adanya darah yang lebih tua dan sudah lebih lama disimpan dalam rahim dan baru keluar sekarang. Biasanya, darah dengan warna demikian terjadi saat wanita bangun tidur.

3. Kecokelatan maupun kehitaman, yang menandakan adanya darah tua.
Para wanita yang mengalami darah ini biasanya mengalaminya mendekati akhir periode menstruasi dengan aliran darah yang tidak deras.
Wanita dengan kondisi siklus menstruasi yang tidak teratur juga cenderung mengalami darah menstruasi dengan warna demikian.

4. Oranye, warna yang timbul karena darah bercampur dengan cairan dari serviks.

Selain itu, warna oranye juga dapat mengindikasikan adanya infeksi. Jika darah oranye terus terjadi dengan adanya gejala kesehatan, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Tekstur darah pun dapat berbeda-beda. Saat darah yang keluar berbentuk menggumpal, artinya perdarahan menstruasi yang terjadi cenderung berat.

Normalnya, tubuh memproduksi antikoagulasi supaya perdarahan yang terjadi dapat menggumpal dan berhenti.

Namun, saat menstruasi berlangsung, hal ini tidak sempat dilakukan oleh tubuh, membuat darah jadi keluar dalam bentuk gumpalan-gumpalan darah berwarna gelap.

Jika darah yang keluar terus-menerus dalam kondisi seperti ini, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan ke dokter.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved