Kesehatan
Bagaimana Mungkin Wanita Hamil Tapi Mengalami Haid?
Banyak wanita mengaku mendapatkan menstruasi meski sedang menjalani masa kehamilan. Bagaimana mungkin seorang wanita bisa haid tapi hamil?
Penulis: Fauzie Pradita Abbas | Editor: Kisdiantoro
TRIBUNJABAR.CO.ID - Banyak wanita mengaku mendapatkan menstruasi meski sedang menjalani masa kehamilan. Pertanyaannya, bagaimana mungkin seorang wanita bisa haid tapi hamil?
Secara ilmiah, menstruasi saat hamil tidak mungkin terjadi. Memang ada sebagian ibu hamil yang mengeluhkan bahwa organ intim mereka mengeluarkan darah secara berkala selayaknya sedang mengalami haid.
Namun sejatinya, pendarahan saat haid dan pendarahan yang terjadi saat hamil adalah dua kondisi yang berbeda.
(lihat juga: VIDEO: Seru Banget! Tahu Enggak? Sendok yang Satu Ini Bisa Dimakan Loh, Ada 3 Varian Rasa!)
Dikutip alodokter.com menurut pemahaman sederhana, proses menstruasi terjadi karena lapisan tebal nan kaya dengan kandungan darah yang dipersiapkan untuk sel telur dilepas oleh tubuh. Lapisan tebal tersebut biasa disebut dengan endometrium atau lapisan rahim.
Pelepasan sendiri dilakukan karena sel telur tidak mendapatkan pembuahan. Jika terjadi pembuahan atau dengan kata lain terjadi kehamilan, maka lapisan darah akan dipertahankan guna mendukung pertumbuhan janin.
Kenapa Bisa Mengeluarkan Darah Meski Hamil?
Mengeluarkan darah saat hamil merupakan kondisi yang umum menimpa para ibu hamil. Sekitar 2 dari 10 wanita dilaporkan pernah mengeluarkan darah dari vagina saat sedang hamil.
Hal ini terutama terjadi saat trimester pertama masa kehamilan. Perdarahan vagina selama kehamilan memiliki banyak penyebab. Sebagian bisa berarti serius, namun banyak juga yang tidak perlu dikhawatirkan.
(lihat juga: VIDEO: Kondisi Bukit Sampah di Kawasan Cigondewah Kota Bandung Itu Seperti Ini)
Seseorang yang mengira haid tapi hamil bisa jadi disebabkan oleh pendarahan implantasi. Hal ini biasanya terjadi sekitar 10-14 hari setelah terjadinya pembuahan. Umumnya keadaan ini tidak perlu dikhawatirkan dan akan berhenti dengan sendirinya.
Selain itu, pada kehamilan trimester pertama, vagina yang mengeluarkan darah bisa disebabkan oleh keguguran atau hilangnya janin secara spontan sebelum usia lima bulan. Kemungkinan penyebab lainnya adalah adanya masalah pada leher rahim ibu hamil, seperti infeksi atau peradangan.
Adanya dugaan penyebab haid tapi hamil pada trimester pertama lainnya adalah adanya kehamilan ektopik alias kehamilan di luar rahim. Ada juga dugaan akibat hamil anggur, yaitu adanya massa abnormal yang bukan janin, namun tumbuh di dalam rahim setelah adanya pembuahan.
Selain pada trimester pertama kehamilan, pendarahan di vagina yang bisa disangka sebagai haid tapi hamil, bisa juga terjadi pada trimester 2 atau trimester 3.
Salah satu penyebab yang umum adalah adanya ektropion serviks. Kondisi tersebut dikaitkan dengan perubahan yang tidak berbahaya pada leher rahim.
Bisa juga disebabkan oleh solusio plasenta, yaitu sebuah kondisi serius yang mana plasenta terlepas dari dinding rahim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/wanita-hamil_kartun_20151016_104912.jpg)