SOROT
Piala Presiden dan Kejutan Wales
Akan bertemunya Persib dengan Sriwijaya FC di final Piala Presiden, merontokkan prediksi banyak orang
Penulis: Deni Ahmad Fajar | Editor: Kisdiantoro
Deni Ahmad Fajar
Wartawan Tribun
SUKSES Persib merebut tiket final Piala Presiden, pantas diacungi jempol. Namun tunda dulu segala puja puji karena tim Maung Bandung masih harus membuktikan keperkasaannya di partai final. Di pertandingan puncak Piala Presiden, pasukan asuhan Djadjang Nurdjaman akan ditantang Sriwijaya FC yang melenggang ke final setelah mengempaskan Arema Cronus 2-1 (agregat 3-2) pada tarung semifinal di Stadion Manahan Solo, Minggu (11/10) malam.
Akan bertemunya Persib dengan Sriwijaya FC di final Piala Presiden, merontokkan prediksi banyak orang. Kalau mau jujur, diam-diam banyak yang berharap Arema Cronus melibas Sriwijaya FC untuk menantang Persib di final. Pasalnya Persib versus Sriwijaya FC dinilai bukan sebagai final ideal. Sebaliknya bila Persib bertemu Arema Cronus, dinilai akan melahirkan final ideal sekaligus seru. Pada titik ini banyak yang memandang sebelah mata pada Sriwijaya FC yang sekarang di bawah komando Benny Dollo. Pada titik lain, Arema Cronus yang terbukti menyerah kepada Musafri dkk, diposisikan sebagai tim yang paling pas menghadapi tim sekelas Maung Bandung.
Padahal sepak bola kerap melahirkan kejutan yang kerap membuat kita kecewa tak terperi. Sejarah mencatat banyak pertandingan final yang mempertemukan dua klub besar atau dua negara dedengkotnya sepak bola, justru menyajikan pertandingan monoton sekaligus membosankan. Sementara pertandingan yang mempertemukan dua tim kecil dan minus pemain bintang, justru melahirkan pertandingan seru, menarik sekaligus berkualitas. Yang terakhir ini sering terjadi di kompetisi Liga Primer di Inggris sana.
Maka sambutlah final Piala Presiden tanpa ada keraguan atas kualitas Persib dan juga Sriwijaya FC, walaupun kita belum tahu di mana tarung final akan digelar. Belum pastinya tempat menggelar final Piala Presiden, seperti kita tahu, karena ada penolakan dari pendukung Persija yang tak ingin tarung Persib vs Sriwijaya FC digelar di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta seperti yang diagendakan sebelumnya. Seperti kita tahu, pendukung Persija dan Persib belum bisa duduk berdampingan untuk menonton sebuah pertandingan di lapangan hijau yang pada intinya sebuah orkestra tentang semangat fair play dan sportivitas.
Lepas dari itu semua, marilah kita berdoa agar final Piala Presiden bisa digelar mulus sekaligus bermutu. Walaupun Piala Presiden hanya turnamen perintang waktu selama PSSI kena sanksi FIFA, mari pula kita optimistis akan masa depan sepak bola Indonesia. Bukankah sepak bola selalu menghadirkan kejutan dan sejarah baru.
Seperti nun jauh di Wales sana, kejutan dan sejarah dicatat Gareth Bale cs yang memastikan lolos ke putaran final Piala Eropa untuk pertama kali dalam sejarah negara tersebut. Sukses Wales ke putaran final Piala Eropa yang digelar di Prancis, menjungkirbalikkan semua prediksi yang memandang remeh timnas Wales.
Selain Wales, Albania juga mengejutkan dunia karena lolos ke putaran final kompetisi sepak bola antarnegara-negara Eropa untuk pertama kali sepanjang sejarah sepak bola mereka. Sedangkan Belanda mengejutkan dunia karena terancam tidak lolos ke Prancis. Padahal tim Oranye ini selalu masuk daftar tim-tim yang difavoritkan jadi juara.
Ketika Wales dan Albania mencatat sejarah besar dalam catatan sepak bola mereka, sepak bola Indonesia justru sedang melangkah mundur jauh ke belakang. Dalam kondisi seperti itu, rasanya kita harus sabar menunggu dalam waktu lama untuk melihat timnas Indonesia mengejutkan dunia dan mencatat sejarah besar seperti ditorehkan Wales dan Albania. ***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/deni-ahmad-fajar_20150615_151507.jpg)