Sorot
Countdown 333
PENYELENGGARAAN Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat pada 9-21 September 2016 tinggal 333 hari lebih.
Penulis: Januar Pribadi Hamel | Editor: Dedy Herdiana
PENYELENGGARAAN Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat pada 9-21 September 2016 tinggal 333 hari lebih. Untuk lebih gebyar penyelenggaran pesta olahraga terakbar se-Indonesia ini panitia bakal menggelar acara menarik, yakni countdown 333 menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat 2016. Acaranya akan digelar Sabtu (10/10).
Pastilah, panitia penyelenggara sangat berharap warga Jawa Barat, dan Bandung khususnya lebih tertarik lagi untuk menyimak persiapan, dan tentu saja penyelenggaran pertandingan antaratlet terhebat di Nusantara ini.
Sampai sekarang, meski belum ada data yang valid, gebyar itu belum terlihat. Masyarakat, terutama pecinta sepak bola lebih memilih menikmati pertandingan di luar negeri, dan tentu saja kiprah Persib di Piala Presiden.
Untungnya gelaran Piala Presiden akan berakhir Oktober ini, dan tentu saja jika tak ada turnamen lain yang jadi perhatian pecinta olahraga, ini kesempatan untuk menarik penggemar sepak bola ikut menghangatkan gelaran PON yang kedua di Jawa Barat. Jawa Barat pernah menjadi tuan rumah pada 23 September-1 Oktober 1961.
Mereka pecinta Persib harusnya menjadi tulang punggung untuk memanaskan persiapan PON yang tinggal 333 hari lebih lagi.
Jangan lupa gelaran Piala Eropa pada 10 Juni – 10 Juli 2016. Perhatian masyarakat sudah pasti akan tercurah pada piala dunia mini di Prancis ini. Para pemain nomor satu Eropa tak bisa diragukan lagi akan menyihir penggemar sepak bola di dunia, termasuk di Jawa Barat.
Rencananya pertandingan-pertandingan di sana akan disiarkan langsung oleh MNC Grup. Tetapi mudah-mudahan kampanye penyelenggaraan PON yang akan tetap berlangsung bakal menarik minat para pecinta sepak bola untuk kembali fokus pada gelaran pesta olahraga se-Indonesia.
Menjaring masyarakat untuk ikut merasakan gemerlap PON gampang-gampang susah, terbukti dalam beberapa penyelenggaraan respons masyarakat tidak terlalu terlihat untuk mengikuti menit per menit aksi atlet terhebat dalam ajang tersebut.
Apalagi untuk cabang olahraga yang kurang populer di Indonesia, sudah pasti venue penyelenggaraan olahraga tersebut akan kosong melompong selama pertandingan berlangsung.
Jangankan PON, pesta olahraga sekelas Asia Tenggara pun tidak terlalu antusias disambut masyarakat. Padahal di arena itu atlet-atlet bangsa ini tengah berlaga.
Perhatian hanya tercurah pada beberapa cabang olahraga saja seperti sepak bola, bulu tangkis, voli, dan basket. Untuk cabang olahraga lain terpaksa harus tanpa banyak pendukung.
Gelaran Countdown 333 pada Sabtu ini mudah-mudahan bisa mengatasi kendala tersebut. Sejumlah aksi menarik, seperti long march 1.500 atlet dan ofisial tim PON XIX Jabar, atraksi panah dari seorang pemanah putri andalan Jabar, dan aksi empat penerjun payung yang salah satunya membawa pistol untuk diserahkan kepada Gubernur Jabar selaku Ketua Panitia Besar (PB) PON XIX di Gedung Sate bisa menarik perhatian warga Jabar.
Masih ada waktu untuk melakukan sesuatu agar PON XIX benar-benar sukses dari segi penyelenggaraan, prestasi, dan antusiasme masyarakat. Apapun keberhasilan nanti di PON tanpa antusiasme masyarakat gelaran tersebut akan terasa hambar. Kita tunggu saja. (*)
Naskah ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Jumat (9/10/2015). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/redaktur-pelaksana-januar-pribadi-hamel_20150610_132346.jpg)