Sorot

Energi Daur Ulang

GAUNG pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sudah lama terdengar di Kota Bandung.

Energi Daur Ulang
TRIBUN JABAR
Darajat Arianto, Wartawan Tribun. 

GAUNG pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sudah lama terdengar di Kota Bandung. Hampir 10 tahun lalu, rencana membangun PLTSa sudah digulirkan. Namun hingga kini tak ada kepastian kapan dan dimana lokasi PLTSa tersebut setelah sebelumnya di Gedebage kerap diprotes warga.

Kini harapan adanya PLTSa tampaknya bakal terwujud. Sayangnya bukan di Kota Bandung seperti keinginan semula. PLTSa ini merupakan program Pemerintah Kabupaten Bandung yang terletak TPA Babakan di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Bupati Bandung Dadang Naser, memastikan pembangunan PLTSa tersebut sudah mencapai 70 persen.

Bahkan rencananya akan diresmikan Presiden Joko Widodo dan akan dijadikan percontohan nasional pengelolaan sampah yang menghasilkan energi listrik.

Sejauh ini, pengolahan sampah terbaik baru dilakukan pemerintah Kota Surabaya. Dengan sistem yang sebetulnya mudah yakni 3R (reduce, reuse dan recycle) mereka konsisten melakukannya.

Sehingga kota pahlawan ini sering dijadikan percontohan bagi pemerintah kota lainnya untuk cara pengolahan sampah yang baik. Apalagi pengolahan sampah dengan 3R ini baru diterapkan secara keseluruhan di Indonesia hanya 7 persen saja.

Selain dari sampah, banyak sumber lainnya yang bisa dikelola menjadi energi terbarukan. Lihat saja karya dua anak belia Bryan Soebagijo dan Nicolas Albert Witono dari SMA Citra Kasih, Jakarta.

Keduanya memanfaatkan air hujan untuk ditampung dengan baik. Selain untuk kebutuhan air sehari-hari terutama saat musim kemarau juga sebagai pembangkit listrik mikro.

Bukan hanya itu, dari plastik bekas pun bisa menghasilkan bensin. Seperti penelitian yang dilakukan siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bengkulu, Sumaria Desi dan Citra Kurnia Sari.

Keduanya mengumpulkan sampah plastik seperti sisa botol minuman kemudian diproses sedemikian rupa hingga disuling yang kemudian menghasilkan bensin. Meski belum sempurna, karya mereka patut diapresiasi sebagai upaya mengurangi sampah plastik yang terbuang percuma.

Untuk itu, memanfaatkan apapun terutama barang yang terbuang untuk menjadi sesuatu yang lebih bernilai tentu harus diapresiasi.

Halaman
12
Penulis: Darajat Arianto
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved