Mahasiswi Unpas Tertimpa Batu Jelang Puncak Semeru
ampai ke Kalimati cuman kelompok kami dan satu dua orang saja yang bantu evakuasi. Yang lainnya diam saja, cuman tanya kenapa bang?
KLOJEN, TRIBUNJABAR.CO.ID - Dania Agustina Rahman, mahasiswi Unpas Bandung, yang tengah mendaki Gunung Semeru dipastikan meninggal karena tertimpa batu yang menggelinding dari puncak Semeru, Rabu (12/8) pagi. Kesaksian peristiwa itu disampaikan pendaki dari rombongan yang lain, Yoga dan Hendri, yang berada di depan Dania.
Selain menewaskan Dania, pendaki lainnya juga mengalami patah tulang kaki tertimpa batu. Lokasi kejadian hanya beberapa puluh meter saja dari puncak Mahameru.
Sekitar pukul 07.00, baik Yoga maupun Hendri mendengar teriakan peringatan ada batu jatuh dari para pendaki lain. Saat itu posisi Hendri jauh di atas rombongan kelompoknya.
"Waktu itu sudah terang, matahari sudah terbit, karena ada suara ribut itu saya lihat ke bawah, saya masih bisa lihat ada batu berguling, terus meluncur ke bawah sampai batas vegetasi," kata Hendri.
Yoga bersama Rendika yang masih bergerak dalam posisi bersamaan dengan mayoritas anggota kelompok, berada di bawah titik asal longsoran batu.
"Kami sepertinya sudah mendekati puncak. Di atas tiba-tiba ada yang teriak "awas batu!" Lalu Diteriaki lagi, "batu ke kiri", pendaki pada bergeser ke kanan. Batunya segede helm, tapi batu itu membentur tebing lagi, pecah jadi dua dan berpencar. Batunya ada yang ke kiri dan yang ke kanan," terang Yoga yang posisinya berdekatan dengan kakaknya dan korban Dania Agustina ( korban yang meninggal).
Yoga menyebut posisinya sedikit di atas sang kakak. Sedangkan korban Dania berada di bawah Rendika.
"Batunya udah kecil sebenarnya, tapi laju batu kencang. Setelah kena kaki kakak, terus batu ke korban yang cewek (Dania), tepat kena di wajahnya, sepertinya langsung meninggal," papar Yoga.
Yoga menggambarkan, waktu itu korban Dania dalam posisi kelelahan.
"Dia sepertinya sudah gak kuat, tapi dipaksa temannya. Dia lagi duduk kecapekan, pas ada teriakan dia sempat pindah posisi tapi setelah batu terpecah, belum sempat pindah posisi lagi sampai akhirnya kena," tambah Yoga.
Menurut Yoga saat itu Dania berdua dengan seorang rekannya. Dania bukan bagian dari kelompok pendakian Yoga dan Hendri.
Sebagai gambaran, area atau jalur pendakian menuju Mahameru merupakan medan yang sepenuhnya terdiri dari pasir dan bebatuan labil dengan tingkat kemiringan sekitar 45 derajat. Di lokasi ini pergerakan pendakian dilakukan dengan merangkak. Para pendaki harus berbaris beriringan untuk bisa menuju puncak.
Selain Dania dan Rendika, sebenarnya ada satu korban longsoran batu lainnya.
"Ada satu ibu-ibu, posisinya jauh di atas rombongan, dia terpental masuk jurang tapi gak dalam, dia hanya mengalami memar di tangannya," ungkap Hendri.
Ketika mengetahui ada korban longsoran batu, Hendri mencoba mengevakuasi kedua korban dengan tenaga dan sarana seadanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/dania-agustina_20150813_083910.jpg)