Sorot

Tol Cileunyi-Tasikmalaya

ARUS balik lebaran 2015 mencapai puncaknya pada Senin (20/7/2015) dan Selasa (22/7/2015), bahkan hingga Rabu (23/7/2015) dini hari.

Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
TRIBUN JABAR
Machmud Mubarok, Wartawan Tribun. 

ARUS balik lebaran 2015 mencapai puncaknya pada Senin (20/7)/2015 dan Selasa (22/7/2015), bahkan hingga Rabu (23/7/2015) dini hari.

Seperti biasa, kemacetan dan kepadatan arus kendaraan tetap terjadi. Pesona kota besar, tempat mencari uang, menjadi magnet yang tak bisa dielakkan untuk tetap kembali.

Kabarnya kemacetan saat arus mudik dan balik tidak separah tahun-tahun sebelumnya. Walaupun tetap saja dirasakan para pemudik, sebagai perjalanan yang menyiksa. Bayangkan saja, perjalanan yang normalnya hanya 3 jam, bisa menjadi tiga kali lipat lamanya untuk mencapai tujuan.

Kehadiran Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) salah satunya dinilai mengurangi kemacetan saat arus mudik dan balik. Harus diakui, Tol Cipali sangat signifikan memecah kebuntuan di jalur selatan dan utara.

Nah, ada yang menarik saat kunjungan Wakapolri Komjen Budi Gunawan meninjau arus mudik di Nagreg, Senin (20/7/2015).

Wakapolri mendorong, kalau tidak disebut mendesak, dibangunnya tol yang menghubungkan Cileunyi dengan Tasikmalaya.

Informasi yang diterimanya, rencana pembangunan tol Cileunyi-Tasikmalaya akan dimulai tahun ini.

Tol Cileunyi-Tasikmalaya merupakan rencana lama. Sudah didengung-dengungkan sejak masa Gubernur Jabar, Danny Setiawan. Ketika itu yang mendorong pembangunan tol ini adalah Wagub Jabar, Nu'man Abdul Hakim.

Tentu karena saat itu Jalur Nagreg dan Gentong merupakan jalur termacet di Indonesia, sekaligus jalur maut, karena sering terjadi kecelakaan dengan jumlah korban banyak. Namun dengan beroperasinya Lingkar Nagreg dan Gentong, perlahan kemacetan mulai berkurang.

Tapi keberadaan Tol Cileunyi-Tasikmalaya tetap sangat penting. Bisa dibayangkan, perjalanan dari Kota Bandung ke Tasikmalaya dan sekitarnya bisa dilakukan dalam hitungan paling lama dua jam atau bahkan kurang. Berbagai aspek akan semakin hidup.

Barang-barang dari Tasikmalaya dan sekitarnya akan lebih cepat tiba di Bandung. Begitu pula, warga Bandung yang akan berwisata ke Gunung Galunggung dan Pangandaraan akan tiba lebih cepat.

Tol Cipali adalah contoh nyata bagaimana perjalanan Jakarta-Cirebon bisa ditempuh dalam waktu 2,5 jam. Warga Bandung yang akan ke Cirebon pun banyak yang memilih lewat Tol Cipali ketimbang melalui jalur tengah Sumedang, karena lebih efisien secara waktu.

Pembangunan jalan tol di jalur selatan ini sejalan dengan rencana pembangunan infrastruktur pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Selain infrastruktur laut, darat pun digeber agar perekonomian terus tumbuh.

Namun perlu diperhatikan sebelum pembangunan Tol Cileunyi-Tasikmalaya digulirkan. Jawa Barat masih punya utang pembangunan dua tol yang sudah lama terkatung-katung, yaitu tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) serta tol Soreang-Pasir Koja (Soroja).

Dua pekerjaan rumah ini harus dituntaskan agar lalu lintas di perbatasan Kota Bandung dengan Kabupaten Bandung tidak macet, begitu pula arus lalu lintas di Sumedang menuju Majalengka semakin lancar. (*)

Naskah Sorot ini bisa dibaca di edisi cetak, Tribun Jabar, Rabu (22/7/2015). Ikuti berita- berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.

//

#TertibBe rkendara #Fight[VIDEO]: KEDUA PENGENDARA MOTOR INI MEMILIH ADU JOTOS PADAHAL SAMA-SAMA MELANGGAR ATURAN LALU...

Posted by Tribun Jabar Online on Tuesday, July 21, 2015
Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved