Sorot
Mudik
Berbagai persiapan untuk menghadapi musim mudik Lebaran sudah dilakukan banyak pihak.
Penulis: Deni Ahmad Fajar | Editor: Dedy Herdiana
MUSIM mudik masih jauh. Namun berbagai persiapan untuk menghadapi musim mudik Lebaran sudah dilakukan banyak pihak. Polisi dan TNI menggelar kesiapan pasukan untuk menjamin keamanan selama musim mudik. Dinas Perhubungan menyiapkan armada angkutan yang aman dan nyaman bagi pemudik. Dinas Bina Marga sibuk menambal jalan yang bolong-bolong, mempercepat dan menuntaskan pembangunan jembatan atau proyek lain yang tak kunjung rampung. Untuk mengantisipasi ancaman bencana, seperti tanah longsor, Bina Marga bahkan menyiagakan kendaraan berat seperti traktor dan beckhoe di lokasi yang dinilai rawan bencana alam.
Dinas lainnya tak kalah sibuk, misalnya dengan menambah rambu-rambu lalu lintas dan memperbaiki lampu penerangan jalan yang sebelumnya lama dibiarkan tidak menyala. Petugas kesehatan disiagakan di rumah sakit dan sejumlah puskesmas sepanjang jalur mudik. Pertamina juga jauh-jauh hari menjamin pasokan bahan bakar ke SPBU-SPBU di jalur mudik aman dan terkendali.
Sementara media dan berbagai perusahaan seperti terkena penyakit latah. Lihat saja awak media sudah disebar dan melaporkan berita tentang persiapan mudik. Sedangkan spanduk dan umbul-umbul produk sudah menempati beberapa titik di jalur mudik yang dinilai seksi untuk menarik perhatian pemudik.
Semua pihak seperti sedang berpacu dengan waktu dalam menghadapi mudik Lebaran, termasuk calon pemudik yang belum mendapatkan tiket kereta dibuat ketar-ketir. Pasalnya PT KAI sudah mengumumkan sebagian besar tiket kereta api untuk mudik Lebaran sudah ludes terjual.
Rakyat kecil yang tidak akan melakoni perjalanan mudik Lebaran pun, jauh-jauh hari sudah dibuat pusing. Pasalnya harga-harga kebutuhan bahan pokok sudah melambung, bahkan ketika bulan puasa belum tiba. Kenaikan harga pada Ramadan ini memang seperti pendekar sakti yang membuat pemerintah bertekuk lutut karena tidak bisa mengatasinya.
Pemerintah hanya bisa berkoar-koar menyebutkan persediaan berbagai bahan pokok dalam kondisi aman terkendali. Bisa jadi persediaan bahan pokok memang aman terkendali, namun di luar itu ada kenyataan lain, yaitu daya beli masyarakat yang rendah.
Semua kenyataan itu harus diantisipasi pemerintah, tak terkecuali soal Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang disebut-sebut sebagai jalan tol yang bisa mengurangi kemacetan pada musim mudik Lebaran tahun ini. Faktanya tol Cipali yang diresmikan Presiden Joko Widodo itu masih jauh dari tuntas. Tol terpanjang di Indonesia ini memerlukan banyak penyempurnaan.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Condro Kirono mengatakan Tol Cipali rawan kecelakaan karena masih minim rambu lalu lintas (Kompas, Kamis 25/6). Di tol ini juga, seperti banyak diberitakan media, hanya ada satu SPBU di rest area yang pembangunannya belum rampung.
Perhatian yang sama juga harus dialamatkan ke jalur-jalur mudik lainnya. Perbaikan dan penyempurnaan berbagai sarana atau infrastuktur di jalur mudik harus segera dituntaskan, pasalnya musim mudik Lebaran makin dekat. Kita semua sedang berpacu dengan waktu. (Deni A Fajar)
Naskah Sorot ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Jumat (26/6/2015). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/deni-ahmad-fajar_20150615_151507.jpg)