Pendapat Dokter Tentang Ear Candle untuk Bersihkan Kotoran Telinga
Lalu bagaimana sebenarnya pandangan medis terhadap ear candle ini untuk kesehatan telinga
Mungkin Anda cukup familiar dengan ear candle yang digunakan untuk mengeluarkan kotoran telinga. Namun beberapa sumber menyebutkan ear candle tidak terbukti secara medis dapat mengeluarkan kotoran telinga. Lalu bagaimana sebenarnya pandangan medis terhadap ear candle ini untuk kesehatan telinga?
Dokter Spesialis THT RS Hasan Sadikin Bandung, dr. Sally Mahdiani, SpTHT-KL menjelaskan kotoran telinga yang normal itu diproduksi sepertiga bagian luar telinga. Pada bagian tersebut terdapat kelenjar yang menghasilkan earwax alias kotoran telinga dengan konsistensi seperti malam. Kotoran telinga pada jumlah normal tidak menjadi masalah karena akan tersapu keluar secara alami oleh rambut halus di sepertiga bagian luar telinga. Justru akan menjadi bahaya, jika kotoran telinga atau earwax ini terdorong masuk ke sepertiga kedua liang telinga. Alasannya, sepertiga kedua liang telinga ada bagian tulang keras, tanpa rambut, dan sempit. Kebanyakan kotoran telinga atau earwax ini terdorong ke dalam akibat dorongan cotton buds yang ukurannya pas dengan ukuran liang telinga.
Sedangkan kotoran dengan jumlah berlebih terjadi akibat alergi atau infeksi. Penyebab kelainan ini biasanya terlalu sering mengorek telinga (membersihkan liang telinga dengan cotton buds), atau terlalu sering berenang. Selain itu, kelainan pada kotoran telinga juga dipengaruhi proses degenerasi yaitu proses penuaan pada kulit dan kelenjar dalam telinga. Biasanya, jenis kotoran akibat proses degenerasi cederung lebih kering karena bercampur kulit kering yang mengelupas.
Penelitian menunjukkan ear candle belum mampu mengeluarkan kotoran telinga. Karena kotoran telinga itu bermacam-macam pada setiap orang. Ada kotoran telinga yang keras, lunak, atau bahkan membatu tergantung dari jumlah dan jenisnya. Sedangkan, panas yang ditimbulkan dari pembakaran ear candle untuk melelehkan kotoran telinga tidak terbukti dalam penelitian. Selain itu, ear candle yang diharapkan menciptakan tekanan tinggi dalam telinga untuk mendorong keluar kotoran telinga juga tidak terbukti. Bahkan panas dari ear candle memiliki efek samping menyebabkan trauma pada saraf dengar. Peredaran darah dalam gendang telinga jadi terganggu sehingga gendang telinga bisa rusak. Asosiasi Dokter THT pun melarang penggunaan ear candle.
Sebenarnya tindakan paling aman terhadap kotoran telinga adalah tidak perlu dibersihkan. Kotoran telinga akan keluar secara alami oleh sapuan dari rambut halus dari sepertiga pertama liang telinga. Kita cukup membersihkan kotoran yang sudah mencapai gerbang liang telinga dan daun telinga dengan cotton buds.
“Cotton buds hanya digunakan pada daun telinga dan liang telinga bagian gerbangnya. Sama sekali tidak dianjurkan dalam liang telinga,” jelas dr. Sally saat diwawancarai di RS Hasan Sadikin, Kamis (4/6).
Bantuan dokter dibutuhkan saat produksinya (kotoran telinga) banyak, atau sudah mengeras dan menyumbat, atau ada kelainan seperti liang telinga yang lebih sempit dari pada umumnya. Selanjutnya dr. Sally menjelaskan dokter yang akan menentukan kotoran telinga itu dapat langsung dikeluarkan atau butuh penggunaan pelunak dulu.
Terlalu sering membersihkan liang telinga menyebabkan bakteri baik dalam kotoran telinga yang normal hilang. Padahal, bakteri baik ini bersifat sebagai antibodi yang mencegah penyakit telinga, infeksi telinga, dan jamur. Selain bakteri baik, kelembapan liang telinga juga terganggu. Akibatnya akan timbul rasa gatal yang jika digaruk akan menyebabkan infeksi.
“Keluhannya kalau telinga berjamur itu gatal sensasinya, bisa terasa panas, bis terasa keluar cairan, atau terasa telinga tertutup, macam-macam,” jelasnya.
dr. Sally menegaskan tidak perlu membersihkan kotoran telinga yang dalam kondisi normal. Apabila muncul keluhan keluhan seperti penurunan pendengaran atau telinga terasa tertutup, maka segera periksakan ke dokter.(tj3)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/telingga-gatal-jangan-sepelekan_20150403_094406.jpg)