Sorot

Diam-diam DBD Mengancam

SECARA diam-diam, DBD menjangkiti Kota Bandung.

Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Dicky Fadiar Djuhud

DI tengah hiruk-pikuk isu beras plastik, razia Saritem, dan kekalahan ketiga kalinya KPK di sidang praperadilan, tanpa disadari demam berdarah dengue (DBD) kini mengancam. Secara diam-diam, DBD menjangkiti Kota Bandung.

Dalam dua minggu terakhir, ada lima warga Kelurahan Maleer, Kecamatan Batununggal yang terkena gigitan nyamuk belang tersebut. Dua di antaranya meninggal dunia. Sejak awal Januari hingga pertengahan Mei 2015, ada 1.905 orang warga Bandung yang mengalami sakit DBD, empat orang di antaranya meninggal dunia.

Situasi ini memang belum sampai taraf gawat darurat atau kejadian luar biasa. Tapi sepertinya, isu-isu yang berseliweran di luar ditambah aktivitas "kekinian" yang lebih mementingkan eksistensi pribadi, membuat masyarakat terlena dan tidak mempedulikan keadaan lingkungannya.

Saat ini kondisi cuaca, tak hanya di Kota Bandung, memang tak menentu. Disebut musim
kemarau, tapi hujan masih turun. Disebut musim hujan juga tidak pas, karena turunnya tidak setiap saat. Katanya sedang memasuki musim pancaroba. Tapi transisi musim ini ternyata berlangsung lama.

Ketika kemarau, biasanya sampah selalu menumpuk di selokan. Jarang orang peduli dengan kondisi saluran air ini. Begitu hujan juga turun, otomatis air akan tergenang. Bisa ditebak, ini sarang paling menyenangkan untuk nyamuk. Jadi tak heran, jika DBD cukup banyak menjangkiti warga.

Padahal solusinya sederhana saja, 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur. Menutup bak- bak penampungan, menguras tempat-tempat penampungan air, dan mengubur barang barang bekas yang bisa menampung air. Intinya, bersihkan dan hilangkan barang-barang yang bisa menampung air, karena bisa menjadi tempat nyamuk bertelur dan bersarang.

Tapi kenyataannya, tidaklah sesederhana itu. Mungkin warga pun sudah melakukan aktivitas 3M ini secara rutin. Bisa jadi, orang yang terjangkit DBD digigit nyamuk di daerah lain, sehingga membawa vektor penyakit dengue.

Jika sudah demikian, jangan anggap enteng sakit panas apapun, apalagi berlangsung berhari-hari. Lebih cepat berobat ke dokter atau rumah sakit, itu lebih bagus sebagai langkah antisipasi. Jangan sampai kita kalah cepat dan kalah langkah oleh penyakit DBD ini.

Sedikit kita lengah, apalagi tak peduli, nyawa taruhannya. Kita tidak perlu bosan menyosialisasikan 3M dan gerakan kebersihan di lingkungan warga. Tak ada rugi sedikit pun untuk kesehatan diri kita sendiri. (*)

Naskah Sorot ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Kamis (28/5/2015). Ikuti berita- berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline

//

>>#KORUPSISTADIONGBLA VIDEO -- GUBERNUR JABAR AHER USAI DIPERIKSA PENYIDIK BARESKRIM POLRI http://bit.ly/1PodIZG"..Emangnya duit kakek dan nenek kita. .."

Posted by Tribun Jabar Online on Friday, May 15, 2015
Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved