Sorot

Stadion GBLA

STADION itu bernama Gelora Bandung Lautan Api.

Penulis: Deni Ahmad Fajar | Editor: Dicky Fadiar Djuhud

STADION itu bernama Gelora Bandung Lautan Api. Kita menyingkatnya dengan sebutan Stadion GBLA. Stadion ini adalah proyek besar yang dikeroyok pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah Kota Bandung.

Stadion yang dibangun di wilayah timur Bandung ini dan menyedot dana sebesar Rp 545 miliar ini, disebut-sebut bakal menjadi ikon baru Bandung dan juga Jabar.

Bobotoh Persib, ada di barisan depan dari banyak pihak yang menyambut dan mendukung pembangunan stadion ini. Pasalnya GBLA disebut-sebut akan menjadi homebase tim Maung Bandung Persib Bandung. Dukungan bobotoh sangat beralasan, karena sangat ironis klub sebesar Persib yang juara Liga Super Indonesia (LSI) 2014, seumur-umur tidak memiliki stadion sendiri. Walaupun kenyataannya GBLA bukan milik Persib karena tidak dibangun oleh PT Persib Bandung Bermartabat.

Namun kehadiran GBLA, paling tidak, tidak lagi membuat Persib Bandung harus sibuk menyewa stadion ketika harus menjamu tamu-tamunya. Bahkan seperti kita tahu, Persib pernah berbagi Stadion Si Jalak Harupat dengan Pelita Bandung Raya, ketika menggelar pertandingan kandang.

Sayangnya harapan untuk menyaksikan Persib berlaga di GBLA, stadion yang dirancang sebagai stadion berstandar internasional dengan berbagai fasilitas canggih itu, tampaknya harus tertunda dalam waktu lama.

Pasalnya pembangunan stadion ini tidak berjalan sesuai rencana, misalnya pondasi stadion ini diketahui mengalami penurunan dan ditemukan retakan-retakan di beberapa dinding stadion yang (di Indonesia) daya tampungnya terbesar kedua setelah Stadion Gelora Bung Karno ini.

Ketidakberesan di Stadion GBLA ini mengundang tanya dari banyak pihak, tak terkecuali Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri. Bahkan Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso memimpin langsung tim Bareskrim saat "memantau" kondisi GBLA.

Buntut dari kunjungan tim Bareskrim ke GBLA ternyata berbuntut panjang. Terakhir Gubernur Jawa Barat Ahmad "Aher" Heryawan dipanggil Bareskrim. Di ruangan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse dan Kriminal Polri, Jumat (15/5), Aher diperiksa selama 16 jam sebagai saksi perkara dugaan korupsi proyek GBLA.

Seusai diperiksa Bareskrim, seperti dikutip Kompas.com, Aher mengatakan bahwa pihak yang bertanggung jawab terhadap pembangunan stadion tersebut sepenuhnya adalah Pemerintah Kota Bandung. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata, hanya ikut membantu dari sisi keuangan saja.

"Bantuan keuangan Pemprov Jabar kepada Pemkot Bandung sudah sesuai perundang-undangan. Begitu uang sudah masuk ke rekening Pemkot Bandung, ya sudah tanggung jawab di sana dong," ujar Aher.

Pernyataan Aher ini tampaknya akan makin memperpanjang cerita terkait GBLA. Pasalnya Pemkot Bandung juga pasti punya jurus dan jawaban jitu terkait GBLA. Yang pasti penyidik sudah menetapkan Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Pemerintah Kota Bandung sebagai tersangka dugaan korupsi GBLA.

Sementara kita, tampaknya harus siap menunggu dalam waktu yang lama untuk menyaksikan Persib menjamu lawan-lawannya di GBLA. (Deni Ahmad Fajar)

Naskah Sorot ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Senin (18/5/2015). Ikuti berita- berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline

>>#KORUPSISTADIONGBLA VIDEO -- GUBERNUR JABAR AHER USAI DIPERIKSA PENYIDIK BARESKRIM POLRI http://bit.ly/1PodIZG"..Emangnya duit kakek dan nenek kita. .."

Posted by Tribun Jabar Online on Friday, May 15, 2015
Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved