Sorot
Dicari, Perusak Asia Afrika!
HANYA dalam hitungan jam, kecantikan wajah Jalan Asia Afrika Bandung langsung tercoreng.
Penulis: Darajat Arianto | Editor: Dedy Herdiana
HANYA dalam hitungan jam, kecantikan wajah Jalan Asia Afrika Bandung langsung tercoreng. Wajah cantik Asia Afrika yang dipoles sedemikian rupa untuk menyambut tamu istimewa nyaris tak tampak. Beberapa ornamen di kawasan ini bopeng.
Begitulah kenyataan yang terlihat seusai peringatan puncak HUT KAA ke -60 di kawasan Asia Afrika, 24 April 2015. Padahal untuk memolesnya butuh waktu berbulan-bulan dengan dana miliaran rupiah. Namun tangan jahil mereka membuat wajah Asia Afrika yang ciamik rusak dalam sekejap.
Mental perusak terlihat dari akibat yang ditimbulkan. Tanaman dan kembang di pot-pot hancur, kursi antik rusak, dan seluruh bendera hilang, yakni bendera berbahan alumunium yang menempel di batu bulat dengan nama negara tertulis di setiap batu. Selain di Asia-Afrika, sebagian kursi yang rusak juga ada di Jalan Braga dan Cikapundung Timur. Demikian pula seni instalasi payung warna-warni di depan Pasar Baru atau di atas Jalan Oto Iskandardinata, nyaris tak berbekas sehari setelah KAA.
Hasil tangan jahil yang bikin miris adalah monumen Asia-Afrika yang rusak berat. Padahal siang harinya, Jumat (24/4), monumen di depan Alun-alun Bandung ini baru diresmikan dan ditandatangani Presiden Joko Widodo di hadapan para kepala negara dan pimpinan negara-negara Asia Afrika. Ornamen yang pada dindingnya tertempel nama-nama negara peserta KAA rusak dan sebagian hilang.
Aksi yang bikin miris adalah para perusak seolah tanpa dosa bahkan dengan senyum semringah berfoto dengan ornamen nama negara yang dicopot. Begitu pun orang yang naik ke atas pot bunga. Menginjak pot hanya untuk melihat karnaval yang digelar Sabtu (25/4) di Asia-Afrika. Untungnya di zaman internet, aksi-aksi ini mudah terekam dan tersebar di media sosial. Foto berupa wajah dan aksi mereka terlihat jelas. Jadilah mereka bulan-bulanan para pengguna internet (netter). Para netter berharap oknum yang buron ini bisa tertangkap dan diminta tanggung jawabnya sekaligus dihukum.
Salah satu yang ramai dibicarakan netter lalu minta maaf kepada Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Jumat (1/5) pagi. Ridwan pun memberi sanksi hukuman push up 60 kali dan membersihkan Jalan Braga. Fadillah (23) yang menginjak kursi itu mengaku ia hanya ingin berfoto sambil berdiri di kursi klasik di Jalan Braga. Tak ada niat merusak. Hanya setelah diunggah ke media sosial dan banyak dihujat karena dianggap merusak, ia mengakui kekeliruannya dan meminta maaf bersama Kusnadi (45) yang melakukan kesalahan yang sama.
Selain Fadilah dan Kusnadi, masih ada beberapa lainnnya yang belum "menyerahkan diri" seperti yang terlihat di media sosial. Untuk itu, sebaiknya mereka yang merusak segera mengakui dan menghadap Wali Kota. Pertanggungjawaban ini penting bukan hanya untuk Wali Kota tapi juga buat warga Bandung yang telah bangga dengan acara KAA yang sepuluh tahun sekali ini. Apalagi menjelang KAA, ribuan relawan terlibat kerja bakti untuk menata, membersihkan dan mempercantik kota khususnya di kawasan Asia-Afrika, Braga, Merdeka, Cikapundung dan Oto Iskandardinata dan sekitarnya.
Melihat masih banyaknya mental perusak, tampaknya perlu kesadaran lebih untuk saling mengingatkan. Juga perlu payung hukum yang lebih tegas bagi perusak. Seluruh masyarakat perlu disadarkan pentingnya menjaga aset kota yang juga aset bangsa karena monumen dan juga bangunan bersejarah termasuk heritage alias warisan yang mesti dilindungi. Menjaga warisan berarti menjaga sejarah. Dan kita bisa menjadi bagian dari sejarah itu sendiri dengan menjaga heritage.
Untuk itu, bolehlah kita ingat dengan ungkapan yang sering menjadi pegangan bagi pecinta alam dan petualang. Ungkapan yang berasal dari motto komunitas penelusur gua di luar negeri, Baltimore Grotto, yakni "Take nothing but pictures, leave nothing but footprints, kill nothing but time" (Jangan ambil apapun selain mengambil gambar (foto), jangan tinggalkan apapun kecuali jejak kaki, tak ada yang bisa merusak atau membunuh apapun kecuali karena waktu.) (Darajat Arianto)
Naskah Sorot ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Sabtu (2/5/2015). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.
[removed]// [removed]>>>HUFFHH!! KEHABISAN KATA-KATA UNTUK BERITA YANG SATU INI.. http://bit.ly/1KzVKgHWalau korban memohon agar diantar pulang dan minta tidak dinodai, namun...
Posted by Tribun Jabar Online on Friday, May 1, 2015