Perbaikan Jalan
Warga Senang, Jalan yang Tadinya Curam dan Bahaya Kini Menyenangkan
Sebelumnya, mereka hanya bisa melewati jalan itu menggunakan sepeda motor melalui jalan setapak.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam
GARUT, TRIBUNJABAR.CO.ID - Warga desa Jatiwangi, Kecamatan Pakenjeng, sedang berbahagia. Mereka bisa menikmati jalan baru sepanjang 2,5 kilometer yang dibuka dan dibangun oleh Kodim 0611 Garut.
Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol Inf Bungkus Hadi Suseno, mengatakan kini mereka bisa mengangkut hasil bumi untuk dijual ke kota dengan lebih cepat dan kapasitas lebih banyak. Mereka pun bisa pergi ke pusat kota, sekolah, atau puskesmas dengan lebih aman dan cepat.
Sebelumnya, mereka hanya bisa melewati jalan itu menggunakan sepeda motor melalui jalan setapak. Jalan lainnya yang dapat ditempuh sangat curam dan berkondisi buruk. Namun kini, mereka bisa menggunakan mobil di atas jalan baru tersebut.
Jalan tersebut telah dipadatkan menggunakan batu dan diratakan. Sebagian di antaranya masih berupa tanah. Jalan baru tersebut dibuka di atas tanah yang dihibahkan warga dan dibangun menggunakan ekskavator dan gotong-royong warga.
(Baca Juga: Warga Pakenjeng Punya Jalan Baru)

Aktivitas pembukaan jalan baru di Desa Jatiwangi di Kecamatan Pakenjeng oleh warga dan TNI, Selasa (3/3/2015).
Jalan ini menghubungkan Kampung Palasari, Kutamanik, dan Citampian, menuju jalan utama Kecamatan Pakenjeng. Sebelumnya, mereka harus melewati jalan setapak atau jalan terjal ke pusat kecamatan.
"Jalan ini awalnya dibuka untuk menggerakkan ekskavator ke lokasi pelaksanaan Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) di Kampung Pasirkaliki. Tapi kini menjadi jalan yang bisa digunakan warga, setelah dikerjalan hampir dua bulan," kata Dandim, Rabu (22/4).
Kondisi jalan lama, kata Dandim, sangat curam, jarak tempuhnya cukup jauh, dan sulit dilewati kendaraan alat berat. Oleh karena itu, pihaknya sekalian membuka jalan baru. Selain lebih landai, jaraknya lebih pendek, juga bisa berguna bagi banyak warga.
"Awalnya jalan penghubung tiga kampung ini hanya berupa jalan setapak, curam, dan banyak batu. Saat survey, saya juga sempat tidak berani menuruni sendiri menggunakan motor karena sangat curam dan membahayakan," ujarnya.
(Baca Juga: TNI dan Warga Bahu Membahu Buat Jembatan di Pakenjeng Garut)

Aktivitas pembukaan jalan baru dan pembangunan jembatan di Desa Jatiwangi di Kecamatan Pakenjeng oleh warga dan TNI, Rabu (4/3/2015).
Namun kini, katanya, mobil pun bisa melewati jalan baru yang lebarnya sekitar 3 meter tersebut. Hal ini mendatangkan manfaat yang sangat besar bagi warga, terutama di bidang ekonomi, mengingat sebagian besar jalan di Pakenjeng berkondisi curam.
"Proses pembuatan jalan dan jembatan sendiri memang cukup membuat deg-degan. Karena saat melewati sungai, kita bersama warga membuat jembatan dari pohon kelapa sepanjang 30 meter untuk bisa dilewati ekskavator. Sampai eskavator di sungai itu harus ditunggui karena takut terjadi hal-hal yang tidak di inginkan," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/buat-jalan-pakenjeng-garut-_-gorong-gorong_20150422_121624.jpg)