Kamis, 9 April 2026

Pelajar di Pakenjeng Berarung Jeram

TNI dan Warga Bahu Membahu Buat Jembatan di Pakenjeng Garut

PEMBUKAAN dan pembangunan jalan di Desa Jatiwangi, Kecamatan Pakenjeng, oleh warga dan Kodim 0611 Garut bukan berarti tanpa hambatan.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
TNI dan Warga Bahu Membahu Buat Jembatan di Pakenjeng Garut - pakenjeng.jpg
TRIBUN JABAR / M SYARIF ABDUSSALAM
Aktivitas pembukaan jalan baru dan pembangunan jembatan di Desa Jatiwangi di Kecamatan Pakenjeng oleh warga dan TNI, Rabu (4/3/2015).
TNI dan Warga Bahu Membahu Buat Jembatan di Pakenjeng Garut - pelajar-pakenjeng-naik-rakit-ke-sekolah.jpg
DOKUMENTASI TRIBUN JABAR
Anggota Koramil Pakenjeng dan warga seberangkan anak sekolah dengan rakit di Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut. (FOTO: TRIBUN JABAR / M SYARIF ABDUSSALAM)

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

GARUT, TRIBUNJABAR.CO.ID - Pembukaan dan pembangunan jalan di Desa Jatiwangi, Kecamatan Pakenjeng, oleh warga dan Kodim 0611 Garut bukan berarti tanpa hambatan. Mereka harus membangun jembatan untuk menyambungkan jalan yang baru dibuka tersebut.

Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol Inf Bungkus Hadi Suseno, mengatakan jalan penghubung Kampung Palasari, Kutamanik, Citampian, dan Pasirkaliki, tersebut harus disambungkan oleh sebuah jembatan saat melintasi sebuah sungai kecil dengan lebar sekitar 4 meter.

Untuk membuat jembatan, Dandim mengatakan memasang 50 paket bronjong dan menyusun bebatuan. Diperkirakan, jalan tersebut akan melewati satu sungai kecil lainnya.

"Pengerjaan jalan hari ini sampai 800 meter, dari total 2,5 kilometer. Selain harus membuat jembatan, kami belum menemukan hambatan lainnya dalam membuka jalan baru ini," kata Dandim, Rabu (4/3/2015). (sam)

//

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved