Sorot
Harus Membekas
SETELAH Alun-alun Bandung dibuat berbeda, kini Jalan Asia Afrika telah berubah total.
Penulis: Januar Pribadi Hamel | Editor: Dedy Herdiana
SETELAH Alun-alun Bandung dibuat berbeda, kini Jalan Asia Afrika telah berubah total. Trotoar baru, kursi-kursi, penerangan jalan umum (PJU) menghiasi jalan paling bersejarah di Kota Bandung ini.
Untuk memperingati KAA ke-60 ini Wali Kota Bandung Ridwan Kamil tak setengah-setengah mempersiapkannya. Infrastruktur di kawasan jalan itu "dirombaknya". Bahkan monumen Dasasila Bandung di simpang lima juga diangkut ke dekat Gedung Merdeka yang penempatannya memakan lahan trotoar di dekat Gedung PLN.
Masyarakat Bandung sangat menikmati perubahan tersebut. Kini di sepanjang Jalan Asia Afrika banyak warga yang memanfaatkan kursi tersebut. Tak hanya duduk, mereka juga berfoto di kursi itu untuk diabadikan. Tempat yang favorit adalah di sekitar Gedung Merdeka.
Uniknya tidak hanya siang atau sore menikmati perubahan tersebut. Tapi coba sekali-kali lewat di jalan itu setelah pukul 00.00, orang masih ramai berfoto, mengobrol, atau sekadar duduk di kawasan itu. Tadinya memang jalan itu selalu ramai meski tidak seramai dan semeriah sekarang.
Tak hanya Asia Afrika, Alun-alun juga masih menjadi tempat favorit warga Bandung. Rumput sintetis yang dipasang Pemkot menjadi daya tarik pengunjung. Istimewanya tengah malam pun masih banyak yang menikmati rumput sintetis, baik yang sekadar duduk, berfoto, bermain bola, dan kegiatan lainnya.
Termutakhir adalah perubahan di Jalan Dalem Kaum. Meski masih dalam taraf penyelesaian pada Senin (13/4/2015), perubahan itu sudah dinikmati masyarakat. Mereka leluasa berjalan kaki di atas paving block berwarna menyusuri jalan yang biasanya krodit oleh parkir motor dan mobil, kendaraan yang jalan, dan juga para pedagang.
Nantinya jalan ini bisa dinikmati malam-malam. Lampu PJU yang telah terpasang terang benderang memberikan pencahayaan ke setiap jengkal jalan itu. Pada Senin malam lampu itu telah menyala. Petugas di mulut jalan pun tengah memasang gapura.
Perubahan ini juga bisa memberi dampak yang berarti pada pemilik toko. Jalan yang nyaman, dan bebas keruwetan akan membuat pengunjung bersenang-senang kemudian membelanjakan uangnya.
Ketika peringatan KAA selesai bukan berarti berhenti membenahi kawasan itu. Yang terpenting adalah perawatannya. Tak hanya pemerintah yang bertanggung jawab, tapi warga juga harus sadar betul bahwa pembangunan yang ada ini butuh uang yang tak sedikit. Jangan sekali-kali berniat merusaknya.
Jantung Kota Bandung telah cantik. Perayaan KAA juga sudah masuk hitungan hari. Mudah-mudahan setelah perayaan yang menguras dana miliaran rupiah ini tetap membekas. Kursi-kursi di Jalan Asia Afrika tetap ada dan terpelihara. JPU tetap menyala terang benderang seperti sekarang. Parkir dan pedagang tidak memenuhi lagi Jalan Dalem Kaum.
Seperti pernah dikatakan Ridwan Kamil perayaan ke-60 KAA ini harus membekas. Tentu saja harus membekas, dan terasakan pula oleh masyarakat secara merata. Pembangunan yang seperti sekarang jangan hanya dilakukan di tengah kota. Tengok juga kawasan lain. Contoh yang paling konkret adalah cileuncang, kemacetan, jalan rusak, masih tersebar di beberapa kawasan. Sukses! (Januar P Hamel)
Naskah Sorot ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Rabu (15/4/2015). Ikuti berita- berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.
BANDUNG TEAAAAAA !!!!BACA--->http://bit.ly/1FOTMKlPEMBENAHAN infrastruktur publik ini masih menyisakan pengerjaan.
Posted by Tribun Jabar Online on Tuesday, April 14, 2015