Sorot
Persib dan Uang Kadeudeuh Gubernur
SEHARI sebelum tim Persib terbang ke Myanmar, H Umuh Muhtar, mempertanyakan uang kadeudeuh sebesar Rp 1,5 miliar yang dijanjikan Gubernur Jabar.
Penulis: Deni Ahmad Fajar | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
SEHARI sebelum tim Persib terbang ke Myanmar, H Umuh Muhtar, mempertanyakan uang kadeudeuh sebesar Rp 1,5 miliar yang dijanjikan Gubernur Jabar, H Ahmad Heryawan. Soal uang kadeudeuh dari Gubernur yang tak kunjung direalisasikan ini dipertanyakan Umuh sehari menjelang tim Maung Bandung terbang ke Myanmar untuk bertarung melawan Ayeyawadi FC pada lanjutan babak penyisihan Grup H AFC.
Rencananya Persib akan dijajal Ayeyawadi FC di Stadion Thuwanna Youth Training Centre, Rabu (11/3/2015).
Soal uang kadeudeuh itu dijanjikan Aher, demikian Gubernur Jabar ini akrab disapa, beberapa saat setelah Persib menjuarai Liga Super Indonesia 2014-2015 pada November 2014. Menurut Umuh, seperti ditulis Tribun Minggu (8/3), Aher manjanjikan uang kadeudeuh tersebut cair Januari 2015. Namun hingga bulan menginjak Maret, uang kadeudeuh tersebut masih berupa janji.
Umuh mengaku dia terpaksa buka suara soal uang kadeudeuh dari orang nomor satu di Jabar ini karena banyak yang mempertanyakan soal itu, termasuk dari pemain-pemain yang sudah berjuang habis-habisan untuk membawa Persib jadi yang terbaik di tanah air.
Yang menarik, soal uang kadeudeuh ini juga membuat Umuh marah. Umuh misalnya meminta Aher untuk tidak lagi mengenakan seragam Persib dan jangan lagi membawa Persib ke ranah politik.
"Jangan lagi pakai baju Persib untuk kampanye. Persib jangan dibawa-bawa ke politik. Janji-janji saja. Saya marah," kata Umuh.
Soal uang kadeudeuh yang dipertanyakan Umuh ini, kata Aher, pasti akan turun namun pencairannya tertunda. Pasalnya, seperti dalam wawancara pada Februari lalu, soal uang kadeudeuh ini tidak bisa dianggarkan di APBD murni Provinsi Jabar 2015.
"Kami pasti penuhi tapi kami harus taat aturan. Jadi, bukan saya ingkar janji tapi memang peraturannya seperti itu," kata Aher.
Dari keterangan Kang Aher ini, terkuak sudah bahwa uang kadeudeuh tersebut datangnya dari APBD Provinsi Jabar. Dengan kata lain uang kadeudeuh untuk Persib itu bukan dari kantong Pak Gubernur, makanya pencairannya belum terealisasi dan membuat Umuh angkat bicara.
Soal kemarahan Umuh yang mengingatkan Persib untuk tidak (lagi) dibawa-bawa ke dalam arena politik dan uang kadeudeuh yang dianggarkan di APBD Provinsi Jabar ini, Tribun mencoba mencari komentar dari bobotoh. Sayangnya mereka enggan berkomentar. Bahkan Ketua Viking Heru Joko pun dengan tegas menyatakan no comment soal uang kadeudeuh untuk Persib.
"Wah, itu mah soal politik. Jangan bawa-bawa bobotoh ke politik," kata Heru.
Soal sikap Heru yang tidak mau melibatkan bobotoh ke dalam urusan politik, pada satu sisi pantas diapresiasi. Kita harus mendukung Heru yang ingin menjadikan bobotoh pure sebagai pendukung dan mendukung tim Maung Bandung.
Namun pada sisi lain, kita semua hapal benar bahwa bobotoh (dan tentu saja Persib), dijadikan magnet pendulang suara (kalau tidak mau dikatakan menjadi tim sukses) oleh mereka yang sedang berkompetisi untuk menjadi wali kota dan gubernur.
Mungkin karena alasan ini pula, H Umuh sampai harus menagih janji uang kadeudeuh untuk Persib dari Gubernur. (Deni Ahmad Fajar)
Naskah Sorot ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Senin (9/3/2015). Ikuti berita- berita menarik lainnya melalui akun twitter: @tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.