Sorot

Peringatan dari Banjarnegara

BENCANA memang sulit untuk diprediksi. Tapi kewaspadaan harus tetap terjaga karena sebenarnya tanda-tanda alam selalu memberikan peringatan.

Penulis: Januar Pribadi Hamel | Editor: Dicky Fadiar Djuhud

INDONESIA kembali berduka. Longsor  di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah menelan korban meninggal 20 orang, belasan orang luka berat, dan 88 orang hingga tulisan ini dibuat masih belum ditemukan.

Bencana memang sulit untuk diprediksi. Tapi kewaspadaan harus tetap terjaga karena sebenarnya tanda-tanda alam selalu memberikan peringatan. Biasanya intensitas longsor akan meningkat ketika musim hujan tiba.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga memprediksi peningkatan siklus bencana
di Indonesia muncul pada November, Desember, dan Januari.
Dalam Info Bencana edisi November 2014 yang diterbitkan BNPB, disebutkan tanah longsor di seluruh Indonesia  mengalami peningkatan intensitas. Disebutkan pula sebanyak 62 tanah longsor telah terjadi pada bulan lalu.

Menurut catatan BNPB, ada 124 juta jiwa penduduk di 315 kabupaten/kota hidup dengan bahaya sedang-tinggi terancam longsor.

BNPB mencatat ada tiga kejadian tanah longsor pada November, yakni di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kemudian  di Desa Sibio Bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Longsor juga terjadi di Kampung Cililin Timur, Kecamatan Cililin Barat, Kabupaten Bandung Barat.

Di Kabupaten Bandung Barat menurut catatan Badan Pengendali Bencana Daerah (BPBD), tercatat dari 16 kecamatan  14 di antaranya termasuk daerah rawan longsor.

Ke-14 kecamatan tersebut adalah Kecamatan Cipatat, Cikalong Wetan, Rongga, Gununghalu, Cipongkor, Sindangkerta, Cipeundeuy, Cililin, Cihampelas, Saguling, Ngamprah, dan tiga kecamatan di wilayah KBB bagian utara seperti Lembang, Parongpong, dan Kecamatan Cisarua.

Di Kabupaten Bandung tercatat ada sedikitnya 11 kecamatan dinyatakan sebagai daerah yang memiliki potensi bencana longsor atau pergerakan tanah. Kesebelas kecamatan tersebut adalah Kecamatan Cimenyan, Cilengkrang, Cicalengka, Nagreg, Ibun, Kertasari, Arjasari, Pasirjambu, Ciwidey, Rancabali, dan Kecamatan Kutawaringin.

Tak hanya longsor banjir juga terus mengintai beberapa kawasan di Kabupaten Bandung. BPBD Kabupaten Bandung mencatat ada 4 kecamatan yang memiliki potensi bencana banjir, yakni di Kecamatan Solokanjeruk, Bojongsoang, Baleendah, dan Dayeuhkolot. Sedangkan daerah potensi angin puting beliung, terdapat di Kecamatan Bojongsoang, Baleendah, Solokanjeruk, Rancaekek, Cicalengka, dan Ibun.

Bencana longsor di Banjarnegara harusnya menjadikan kita lebih waspada lagi menghadapi kemungkinan yang akan terjadi. Kita lebih baik mencegah daripada menunggu bencana datang mengancurkan kita. Jadi waspadalah. (Januar P Hamel)

Naskah Sorot ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Senin (15/12/2014). Ikuti berita- berita menarik lainnya melalui akun twitter: tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.


Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved