Sorot

Mission Impossible

MENYEDIHKAN melihat prestasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2014. Sang Garuda kini sedang terbang rendah dan mungkin tinggal menunggu waktu jatuh.

Penulis: Oktora Veriawan | Editor: Dicky Fadiar Djuhud

MENYEDIHKAN melihat prestasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2014. Sang Garuda kini sedang terbang rendah dan mungkin tinggal menunggu waktu untuk jatuh. Sayapnya tak mampu lagi mengembang dan mengepak keras untuk terbang tinggi.

Saat ini PSSI tak bisa mengejar kemajuan sepak bola dari negara-negara tetangga. Tengok saja, Sang Garuda yang dulu disegani dan ditakuti tetangga, kini dipandang sebelah mata. Buktinya, Indonesia bukan lagi menjadi tim unggulan di Asia Tenggara.

Target juara yang terus diusung di Piala AFF tak pernah berujung manis. Sejak turnamen ini digelar tahun 1996 (dulu Piala Tiger) Indonesia selalu pulang ke Tanah Air dengan kepala menunduk.

Sejak Piala Tiger, Indonesia paling banter menyandang predikat runner-up yaitu pada tahun 2000, 2002, 2004 dan 2010. Indonesia masih kalah kualitas dari Singapura (juara 4 kali) dan Thailand (tiga kali juara), malahan Indonesia pun kalah kelas dari Vietnam dan Malaysia yang pernah mencicipi satu gelar juara Piala AFF.

Prestasi sepak bola Indonesia naik turun di Piala AFF. Pada edisi awal Piala AFF, Indonesia bisa dikatakan sedang membuat landasan terbang bagi Sang Garuda. AFF Tahun 1996, Garuda mulai berlari untuk lepas landas dan berhasil menduduki peringkat keempat, lalu berhasil keluar sebagai juara ketiga pada tahun 1998.

Setelah itu, Garuda mampu mengepakkan sayapnya dan mampu menduduki peringkat kedua tiga kali berturut-turut, yaitu pada tahun 2000, 2002 dan 2004. Garuda sempat terjatuh pada edisi Piala AFF keenam tahun 2007.

Tapi tak lama berselang, Garuda bangkit kembali dan berhasil lolos ke semifinal pada tahun 2008 dan meraih juara kedua pada tahun 2010. Sayang, pada edisi 2012, Garuda tak mampu berbuat banyak dan tak lolos dari penyisihan grup.

Hal serupa bisa saja terjadi pada edisi Piala AFF 2014 kali ini. Tak lolos dari penyisihan grup! Dengan berbekal satu poin, hasil dari sekali draw melawan tuan rumah Vietnam dengan skor 2-2, jalan Garuda ke babak semifinal sungguh sangat berat atau bisa dikatakan Mission Imposible.

Indonesia bisa lolos ke semifinal dengan catatan bisa menang minimal delapan gol. Itu pun belum bisa menjamin lolos karena di tempat terpisah, Vietnam harus kalah dengan selisih empat gol dari Filipina.

Memang segala kemungkian masih bisa terjadi. Masih ada kuasa Tuhan yang bisa membalikkan situasi ini. Atau orang bilang selama bola itu bundar dan lapang sepak bola masih kotak, segala hal bisa saja terjadi dalam sepak bola. Kita tunggu saja nanti malam, apakah Garuda bisa lolos ke semifinal dengan mukjijat atau tidak. (Oktora Veriawan)

Naskah Sorot ini bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Jumat (28/11/2014). Ikuti berita- berita menarik lainnya melalui akun twitter: tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabar.



Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved