Sorot
Gelora Bandung Lautan Api
YANG lebih penting, menangkap spirit "Gelora Bandung Lautan Api" sebagai api semangat untuk mengangkat Persib dan Kota Bandung jadi yang terbaik.
Penulis: Deni Ahmad Fajar | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
DALAM rangkaian peringatan hari ulang tahun ke-204 Kota Bandung, Kamis (2/10/2014), digelar pertandingan persahabatan antara Persib versus tim Liga Super Malaysia Selection.
Bagi tim Maung Bandung, pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menjadi pertandingan uji coba penting sebelum berlaga di Babak Delapan Besar Liga Super Indonesia. Bermain di GBLA, Atep dan kawan-kawan sukses menekuk Liga Super Malaysia Selection 3-0.
Tiga gol Persib dilesakkan Makan Konate (dari titik penalti), Ferdinand Sinaga, dan Djibril Coulibaly. Menang tiga gol tanpa balas pantas diapresiasi walaupun lahir dari pertandingan berlabel uji coba atau persahabatan. Namun tentu kemenangan tersebut jangan sampai membuat terlena Djadjang Nurdjaman dan pasukannya.
Bagaimana pun tim-tim yang menunggu Persib di Babak Delapan Besar Liga Super Indonesia akan tampil lebih fight dibanding tim-tim Liga Super Malaysia Selection.
Di Babak Delapan Besar Liga Super Indonesia nanti, Persib akan bertemu tim-tim, yang sama seperti Persib, berambisi menjadi yang terbaik di kompetisi sepak bola tertinggi di Indonesia. Catatan ini perlu dikantongi tim Maung Bandung bila tidak ingin tergelincir dan mimpi untuk menjadi juara Liga Super Indonesia akan kembali sirna.
Apalagi pada dua pertandingan perdana babak delapan besar, Persib harus menjalani pertandingan tandang melawan Mitra Kukar dan Persebaya Surabaya. Persib diagendakan bertarung di kandang Mitra Kukar pada 10 Oktober dan di kandang Persebaya pada 14 Oktober.
Sekali lagi kemenangan 3-0 atas tim Liga Super Malaysia Selection pada pertandingan uji coba di GBLA, pantas dijadikan modal besar untuk sukses di Babak Delapan Besar Liga Super Indonesia. Satu hal yang penting yang tidak boleh tanggal dari tim Persib adalah spirit atau semangat "Gelora Bandung Lautan Api" setiap melakoni pertandingan.
Semangat ini harus ditanamkan pada semua pemain, termasuk pemain impor yang sudah menyatakan nawaetu untuk membawa Persib berjaya tahun ini. Tanpa semangat itu, Persib yang kadung dikenal sebagai yang mengedepankan keunggulan teknik dan keindahan bermain, akan dengan mudah dilibas tim-tim lawan yang main tangkas dan bahkan asal tebas.
Kang Djanur dan para asistennya tentu sudah faham soal ini. Kang Djanur pasti sudah menyiapkan pemain-pemainya untuk lebih unggul dalam soal teknik bertanding. Pemain-pemain Persib juga sudah ditempa fisiknya dalam pemusatan latihan yang digelar di Kabupaten Subang.
Soal mental dan spirit bertarung, saya yakin pula bahwa Ferdinand Sinaga cs sudah dibekali formula untuk lahir sebagai prajurit yang pantang menyerah di setiap pertandingan.
Terkait urusan spirit bertanding yang harus ditanamkan di tim Persib Maung Bandung, rasanya GBLA jangan hanya dimaknai sebagai stadion megah tempat Persib untuk menjamu lawan- lawannya.
Yang lebih penting adalah menangkap spirit "Gelora Bandung Lautan Api" sebagai api semangat untuk mengangkat Persib dan Kota Bandung jadi yang terbaik. (Deni Ahmad Fajar)
Selengkapnya, bisa dibaca di koran Harian Pagi Tribun Jabar, Sabtu (4/10/2014).