Teras
Kandel Kulit Beungeut
DEDDY Mizwar datang dalam kapasitasnya sebagai juru promosi untuk beberapa produk komersial. Juga ia datang sebagai Bang Jack dalam sinetron PPT.
Penulis: cep | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
WAKIL Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar rajin mengunjungi publiknya di bulan Ramadan ini. Memang itu keharusan seorang pejabat publik untuk selalu bertemu dengan warganya. Selain menjalin silaturahmi agar ada kedekatan emosional, juga untuk mengetahui aspirasi warganya.
Namun sayang, Deddy Mizwar, yang dikenal sebagai Bang Jack dalam sinetron Para Pencari Tuhan, sinetron yang kerap menyebarkan seruan moralitas nan sarat nilai keagamaan dan kemaslahatan, justru tidak datang menemui publik dalam kapasitasnya sebagai pejabat publik.
Ia datang dalam kapasitasnya sebagai juru promosi untuk beberapa produk komersial. Juga ia datang sebagai Bang Jack dalam sinetron PPT. Ia muncul dengan menggunakan layar televisi, sebuah frekuensi milik publik.
Ia datang tidak sekadar menemui warga Jawa Barat, tapi warga seantero Nusantara, karena kebutuhan seorang juru promosi memang menjangkau pasar yang seluas-luasnya.
Dulu, beberapa hari setelah ia dilantik menjadi wagub Jabar berpasangan dengan Gubernur Ahmad Heryawan, beberapa tokoh masyarakat Jawa Barat, antara lain Tjetje Hidayat Padmadinata dan Dindin Maolani, sempat mengkritik kegiatan Deddy Mizwar itu sebagai bintang iklan. Bahkan sempat terjadi pertemuan.
Seingat saya, Deddy menjawab akan merenegosiasi beberapa kontrak iklannya dengan beberapa produsen yang iklannya ia bintangi. Bahkan kalau tak salah, untuk main sinetron ia menegaskan akan berhenti.
Kenyataannya, Wakil Gubernur Jabar ini tetap getol menjadi bintang iklan beberapa produk. Bahkan di bulan Ramadan ini ia muncul pula sebagai bintang sinetron di PPT. Tentu saja masyarakat hanya bisa heran, tapi tidak berdaya untuk berbuat banyak. Para tokoh Jawa Barat yang dulu mengkritik pun kini membisu.
Masyarakat awam hanya bertanya-tanya dalam hati, apakah seorang pejabat publik sekelas wakil gubernur memang leluasa menyambi secara rutin dan teratur, apakah memang pekerjaannya sebagai wagub terlalu ringan, atau karena persoalan di Jawa Barat cukup dikerjakan oleh gubernur, sekda, dan aparat di bawahnya, dan wagub tak perlu dilibatkan dalam pekerjaan?
Atau apakah karena wagub yang berlatar belakang aktor ini memang tak mempunyai kapasitas atau kemampuan dalam pemerintahan sehingga daripada melongo lebih baik sibuk di habitatnya? Masyarakat betul-betul tidak tahu.
Kalaupun ini kemudian ditanyakan, biasanya ia ngeles dengan menjawab akan merenegosiasi kontrak. Tentu saja sebuah alasan yang basi.
Kini datang peringatan dari unsur Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. "Secara moral, penyelenggara negara seharusnya menggunakan waktunya untuk melayani masyarakat," kata Giri saat di Kantor KPK, Jakarta Selatan, Jumat (11/7/2014).
Peringatan tersebut seakan mewakili kegundahan masyarakat Jawa Barat. Paling tidak, masih ada lembaga dan personelnya yang memiliki integritas, mau mengingatkan sang bintang iklan yang tengah mengemban amanah sebagai pejabat publik ini. Seharusnya, Menteri Dalam Negeri yang mempunyai kewenangan juga lebih cepat beraksi.
Deddy Mizwar melakukan profesinya sebagai bintang iklan pada saat dia memegang jabatan publik karena ia paham tidak ada peraturan yang ditabraknya. Namun sejatinya, apalagi ia berlatar belakang seniman, ia paham ada yang disebut etika dan moral.
Hati nurani seseorang itu, apalagi pejabat publik, tidak selalu harus mengacu pada pasal-pasal peraturan, tapi ia berpijak pada pegangan moral yang ada di lubuk hati paling dalam. Nuraninya bisa membedakan, mana yang layak dan tidak untuk dilakukan, sekalipun peraturan tidak memagarinya.
Dalam konteks etika dan moral, yang menjadi pagar bukanlah regulasi, tapi rasa malu. Kalau rasa malu sudah ditabrak bahkan dibenamkan, maka ia akan menjadi orang yang tidak punya malu. Dalam bahasa Sunda: kandel kulit beungeut, alias tebal muka. (*)
Selengkapnya, naskah ini bisa dibaca di Harian Pagi Tribun Jabar, Minggu (13/7/2014).