Sorot

Toilet Juara

Kondisi sejumlah toilet di lingkungan Balai Kota Bandung yang kotor dan bau bukan saja kontra produktif, tapi juga bikin malu...

Penulis: Arief Permadi | Editor: Arief Permadi

KATA orang-orang tua dulu, kepribadian seseorang terlihat dari toiletnya. Toilet yang selalu bersih menyiratkan kepribadian terpuji. Sosok yang teliti, selalu bersungguh-sungguh, telaten, dan dapat dipercaya.

Tak heran, jika Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, selalu meminta agar semua restoran, mal, bahkan terminal yang ada di Kota Bandung memiliki toilet yang tak hanya bersih, tapi juga nyaman, dan tentu saja aman. Dalam istilah Ridwan, toilet seperti itu adalah toilet juara. Toilet kelas hotel-hotel berbintang.

Namun, seperti kata orang-orang tua dulu juga, contoh yang baik selalu menjadi cara yang paling efektif agar orang melakukan hal yang serupa. Itu sebabnya, kondisi sejumlah toilet di lingkungan Balai Kota Bandung yang ternyata kotor dan bau bukan saja kontra produktif, tapi juga bikin malu. Kesannya, Pak Wali hanya sibuk ngurusin toilet-toilet di mal, restoran, atau terminal, tapi lupa untuk mengontrol toiletnya sendiri di lingkungan Balai Kota.

Buruknya sejumlah toilet di Balai Kota Bandung sendiri sebenarnya bukan cerita baru, baik di kalangan para pengunjung maupun para PNS yang berdinas di sana. Banyak pengunjung dan PNS yang lebih memilih menahan pipis ketimbang harus menggunakan toilet yang ada di Balai Kota. Kalau teramat sangat terpaksa, mereka akan masuk dengan sebisa-bisanya menahan napas.

Di sejumlah toilet di lingkungan Balai Kota, saluran air kotor sering sekali mampet hingga air yang kotor itu menggenang dan menebarkan bau. Kemarin, ini terlihat di tiga toilet wanita yang ada di belakang gedung protokoler. Padahal, ketiga toilet ini baru selesai direhab pada tahun lalu.

Kondisi tersebut jelas membuat toilet ini jarang dimasuki. Seperti diakui Lies, salah seorang PNS di sana. "Saya malas ke toilet di Pemkot Bandung. Toiletnya jorok, saluran airnya mampet," ujarnya. (Tribun Jabar, Rabu 5/3).

Tak cuma saluran air kotor yang mampet, ketersediaan air bersih di sejumlah toilet di Balai Kota Bandung ini juga kerap bermasalah. Pasokan air PDAM untuk toilet-toilet ini sering tersendat. Akibatnya, Anda bisa membayangkannya sendiri.

Buruknya kondisi sejumlah toilet di Balai Kota ini juga diakui Kepala Bagian Umum Kota Bandung, Rony Achmad Nurdin. Namun, ujarnya, kondisi tersebut akan segera mereka benahi. Ada tiga dari sembilan titik toilet di Balai Kota Bandung yang akan sesegera mungkin direhab menjadi toilet juara.

Untuk membuat ketiga toilet ini jadi toilet juara, Rony mengatakan telah disiapkan anggaran Rp 300 juta. Anggaran tersebut termasuk untuk pemeliharaan enam toilet lain yang belum akan segera direhab menjadi toilet juara.

Kita tentu berharap anggaran rehab yang besar yang cukup untuk membangun lima hingga rumah yang sederhana itu tak sia-sia seperti yang sudah-sudah. Sebab, bagaimana pun bagusnya toilet tetap saja percuma jika para pemakainya tidak mau tertib saat menggunakannya. Yang kecil-kecil saja, selalu menyiram kembali toilet usai menggunakannya, tutup kembali keran, berhemat air, jangan coret-coret tembok, dan buanglah sampah selalu pada tempatnya.

Soal disiplin yang kecil-kecil ini tentu butuh kesadaran. Sebab, sebagus apapun toiletnya, kalau para penggunanya kacau, selamanya "juara" itu cuma mimpi. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved