Menikmati Segarnya Air Terjun Sungai Cilamaya

JAJARAN pohon pinus di kaki Gunung Burangrang membuat suasana di Desa Cipancar, Kecamatan Serang Panjang, Kabupaten Subang, terasa sejuk. Air

Tribun Jabar/Mega Nugraha
Sejumlah anak bermain di Air Terjun Cikondang di Desa Cipancar Kecamatan Serang Panjang, Sabtu (5/10/2013). Curug atau air terjun Cikondang merupakan salah satu hulu Sungai Cilamaya selain Cijalu. 

Hanya saja, kata dia, tidak banyak yang mengetahui bahwa Cijalu dan Cikondang ini ialah hulu Sungai Cilamaya. "Orang datang ke sini paling untuk wisata saja. Banyak yang enggak tahu kalau kedua tempat itu salah satu hulu Sungai Cilamaya," katanya.

Aliran Sungai Cijalu dan Cikondang, kata Asep, memberikan banyak berkah dan manfaat bagi warga desa tersebut. Baik untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari maupun untuk pertanian dan perkebunan. "Kalau lewat sini, jalannya kan bagus, tuh. Itu sebagian didanai dari penghasilan objek  wisata air terjun Cikondang dan Cijalu ini," kata dia.

Di tengah sumber daya air yang begitu melimpah di desa tersebut, Asep dan warga lainnya kadang merasa miris dengan ulah pengunjung yang kurang menjaga kebersihan di sekitar aliran air. Padahal, air yang melimpah di desa tersebut memberikan banyak manfaat bagi warga sekitar. "Paling banyak pengunjung yang buang sampah sembarangan," katanya.

Karena air yang berlimpah tersebut banyak memberikan manfaat, ia berharap pengunjung yang datang tidak membuang sampah di sekitar aliran air.

"Air terjun Cijalu dan Cikondang ini salah satu hulu Sungai Cilamaya dan telah memberi manfaat bagi kami. Seharusnya, berkah dan manfaat seperti ini bisa dirasakan juga oleh warga lainnya di daerah hilir yang justru mendapat air sungai yang kotor," kata Asep.

Kondisi hilir Sungai Cilamaya memang tidak seberuntung kawasan hulu. Sungai Cilamaya berhilir di Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, atau berbatasan dengan Kabupaten Karawang. Sepanjang aliran sungai yang melintasi Kabupaten Subang, Karawang, dan Purwakarta ini diduga sudah tercemar limbah industri. Penanganannya pun harus lintas sektoral karena melibatkan beberapa kabupaten.

"Justru industri yang sering membuang limbah tanpa melewati IPAL itu kebanyakan dari Purwakarta dan Karawang. Pencemaran Sungai Cilamaya sudah di atas ambang batas. Tingkat pencemarannya sangat tinggi," kata Kabid Pengawasan dan Pengendalian BPLHD Subang, Nano Sumpena.

Pihaknya berharap Pemprov Jabar bisa turun tangan dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan di Kabupaten Subang. "Kami hanya berharap Sungai Cilamaya tidak bernasib seperti Sungai Citarum," kata Nano. (*)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Darajat Arianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved