Toilet Bersih Pemkot Bandung

KALAU saja Wali Kota Bandung, Dada Rosada, tak mengingatkan bawahannya untuk sesegera mungkin membenahi toilet-toilet di lingkungan Pemkot Bandung yang kotor, kumuh, dan bau, barangkali kondisi toilet-toilet tersebut tak akan berubah hingga saat ini.

Editor: Deni Denaswara

KALAU saja Wali Kota Bandung, Dada Rosada, tak mengingatkan bawahannya untuk sesegera mungkin membenahi toilet-toilet di lingkungan Pemkot Bandung yang kotor, kumuh, dan bau, barangkali kondisi toilet-toilet tersebut tak akan berubah hingga saat ini. Sebab, tak lama setelah teguran itu disampaikan wali kota sebulan lalu, Bagian Umum dan Perlengkapan (Bagumpal) langsung bergerak, dan hasilnya bisa terlihat sejak empat harian lalu.

Sejak empat harian lalu, toilet di lingkungan Pemkot Bandung tak lagi kotor, kumuh, dan bau. Keran- keran diganti dengan yang baru, pintu kamar mandi yang semula hanya dilengkapi kunci selot yang diganjal paku karatan diganti dengan kunci dari stainles. Wastafel yang selama ini tak berfungsi karena mampet juga sudah diperbaiki hingga berfungsi lagi.

Toilet-toilet yang bau dan kotor dengan keran dan wastafel yang mampet ini tentu bukan toilet yang ada di ruangan wali kota, wakil wali kota, atau pejabat pemkot lainnya. Toilettoilet kotor itu adalah toilet yang bisa digunakan siapa saja, baik para PNS di lingkungan pemkot maupun para tamu yang datang ke pemkot.

Akibatnya, yang malu bukan saja wali kota, para pejabat pemkot, atau para PNS yang bertugas di sana, tapi semua warga Kota Bandung, karena sangat boleh jadi, tamu yang datang bukan cuma warga Kota Bandung, tapi juga warga kota dan kabupaten lainnya.

Sebab, seperti kata pepatah, toilet di sebuah rumah adalah cerminan pribadi para penghuninya. Jadi bisa kita bayangkan saja bagaimana pribadi para pejabat, para PNS yang bertugas di Pemkot Bandung ketika toilet-toilet di sana kotor dan bau.

Kepala Bagumpal Kota Bandung, Jaja Nurjaman sendiri sempat membantah jika toilet-toilet di lingkungan pemkot yang bau dan kumuh itu kemudian begitu saja dijadikan cerminan tentang pribadi para penghuninya. Pemakai toilet di lingkungan pemkot itu menurut Jaja bukan hanya PNS.

"Dulu toilet tak pernah dikunci sehingga keran sering hilang, kotor karena orang luar bisa masuk," ujar Jaja (Tribun, 10/2), seolah hendak membantah bahwa yang membuat kotor itu bukanlah PNS, melainkan orang luar.

Tapi, kita tentu tak hendak berdebat, sebab seperti halnya ucapan Jaja, anggapan bahwa para PNS di Pemkot Bandung jorokjorok dan tak suka menjaga kebersihan karena kondisi toiletnya juga begitu, juga sulit dibuktikan.

Karena itu, kita lepas saja dan fokus pada kenyataan bahwa toilet kumuh itu kini sudah bersih dan nyaman. Siapa tahu, toilet yang bersih ini juga mendorong para pejabat, para PNS, untuk lebih "bersih" dan selalu "bersih" dalam menjalankan amanah. (*)
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved