Kecelakaan Lalu Lintas
SATU bulan ke belakang berita kecelakaan semakin sering terdengar. Mulai dari kecelakaan di Tugu Tani Jakarta yang menewaskan sembilan orang, hingga yang baru saja terjadi di Sumedang, sebuah bus sarat penumpang meluncur ke jurang.
SATU bulan ke belakang berita kecelakaan semakin sering terdengar. Mulai dari kecelakaan di Tugu Tani Jakarta yang menewaskan sembilan orang, hingga yang baru saja terjadi di Sumedang, sebuah bus sarat penumpang meluncur ke jurang. Kecelakaan tunggal di Lereng Cakrabuana tersebut mengakibatkan 12 orang meninggal.
Kecelakaan dahsyat lainnya, meski tidak menimbulkan korban jiwa, terjadi di Makassar. Remaja 14 tahun yang nekat membawa mobil pamannya tak mampu mengendalikan sedan berwarna merah. Sedan melabrak belasan orang pejalan kaki. Untung dalam perstiwa itu tak ada korban jiwa.
Masih banyak contoh kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa, maupun yang tidak menimbulkan korban jiwa terjadi di Indonesia. Banyak alasan kenapa kecelakaan itu bisa terjadi. Bisa karena mobilnya memang tidak laik jalan, seperti misalnya rem blong, atau memang karena kelalaian si pengemudi.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Pol Muhammad Taufik menyebutkan faktor penyebab kecelakaan lalu lintas adalah faktor kualitas kendaraan, faktor kualitas jalan, faktor cuaca, dan faktor manusia.
Dalam sebuah berita di Pos Kota disebutkan kecelakaan lalu lintas di Indonesia tercatat sebagai pembunuh nomor dua setelah penyakit TBC. Bahkan Indonesia menduduki urutan pertama jumlah kecelakaan lalu lintas.
Di Media Indonesia pada 17/06/2011 juga disebutkan, data Kepolisian Republik Indonesia mencatat sepanjang 2010 jumlah korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia mencapai 31.234 jiwa. Kerugian ekonomi yang diderita akibat kecelakaan yang menelan korban jiwa mencapai Rp 35,8 triliun.
Data lainnya datang dari World Health Organization (WHO). Organisasi kesehatan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) ini mencatat kecelakaan lalu lintas menelan korban jiwa sekitar 1,2 juta manusia setiap tahunnya. WHO memperkirakan pada 2030 kecelakaan lalu lintas akan menjadi penyebab kematian terbesar nomor lima di dunia.
Dari data-data di atas tak bisa terbantahkan, bahwa kecelakaan lalu lintas memang menjadi salah satu tempat yang menakutkan. Setiap saat, setiap waktu, jumlah korban jiwa di jalanan selalu bertambah.
Untuk pencegahan, PBB telah mencanangkan Decade of Action for Road Safety pada Maret 2010. Tujuan untuk menstabilisasi dan mengurangi tingkat kematian di jalan dengan melakukan kegiatan lokal, regional dan global. Resolusi tersebut menyerukan kepada negara anggota untuk melaksanakan kegiatan kampanye keselamatan di jalan.
Resolusi tersebut sesuai dengan Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan 2011-2035 di Indonesia. Rencana umum yang mempunyai jangka waktu selama 25 tahun tersebut mempunyai visi mewujudkan keeselamatan jalan terbaik di Asia Tenggara melalui penguatan koordinasi.
Target jangka panjang yang diharapkan bisa menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas sebesar 80 persen pada tahun 2035 dibanding pada 2010. Target jangka panjang ini akan dicapai secara bertahap dalam 5 tahunan. (*)