Keterangan Ahli Pidana Lingkungan Ringankan PT Waitex yang Didakwa Buang Limbah ke Singai Citarum

Indra Gunawan didakwa melakukan tindak pidana sebagaimana diatur di Pasal 100 ayat 2 UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Keterangan Ahli Pidana Lingkungan Ringankan PT Waitex yang Didakwa Buang Limbah ke Singai Citarum
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Ahli pidana lingkungan Imam Mulhadi saat bersaksi di PN Bandung terkait kasus pidana lingkungan‎‎, Kamis (16/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ahli hukum pidana lingkungan Universitas Padjadjaran ( Unpad) Bandung, Imam Mulhadi memberikan keterangan meringankan dalam perkara pidana lingkungan dengan terdakwa Indra Gunawan, pemilik PT Waitex‎ di sidang Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (16/5/2019).

Indra Gunawan didakwa melakukan tindak pidana sebagaimana diatur di Pasal 100 ayat 2 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.‎ Pasal itu mengatur ancaman pidana pada setiap orang yang membuang limbah melebihi baku mutu, namun pidana berlaku jika telah diberi sanksi administratif.

"Untuk penerapan Pasal 100 ayat 2 yang merupakan delik formil ini memang perusahaan harus diberi sanksi administrasi dulu karena limbahnya melebihi baku mutu. Dalam kasus ini (PT Waitex) sudah diberi sanksi administrasi, cuma memang pembelaanya ternyata waktu untuk memulihkan kondisi limbah terlalu cepat," ujar Imam Mulhadi.

PT Waitex diberi sanksi administrasi oleh BPLHD Kabupaten Bandung. Perusahaan pencelupan kain tekstil itu diberi waktu dua minggu untuk memulihkan.

"‎Perbuatan pembuangan limbahnya memang sudah sesuai dengan unsur pasal. Tapi hukum pidana itu kan mencari kebenaran materiil, dan perusahaan itu memang ada itikad baik untuk memulihkan IPAL-nya. Saya mengutip ahli pidana Satjipto Rahardjo yang mengatakan, jika teori hukum salah, maka jangan dipaksakan," ujar Imam.

BPBD Kabupaten Bandung Bantu Warga Bersihkan Lingkungan hingga Angkut Lumpur Pascabanjir

Di persidangan, Indra Gunawan menjawab semua pertanyaan jaksa penuntut umum, Rika.

Indra berdalih bahwa sebelum mendapat teguran sanksi administratif, pihaknya rutin menguji hasil limbah di laboratorium PDAM Tirtawening.

"Kami punya IPAL, tes air limbahnya ke PDAM Tirta Wening, limbah yang dihasilkan sesuai baku mutu. Tiba-tiba BPLHD mensidak perusahaan kami dan menyebut ‎limbah yang dihasilkan melebihi baku mutu," ujar Indra.

Teguran kedua pun disampaikan. Indra bersikukuh limbahnya sesuai baku mutu mengacu pada hasil laboratorium PDAM Tirtawening sebagai laboratorium terakreditasi. Hanya saja, belakangan ia tahu hasil laboratoriumnya itu bermasalah.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved