Dishub Sebut Rencana Pembangunan Terminal A dan B Kerap Ditolak DPRD Kabupaten Bandung

Kabupaten Bandung membutuhkan terminal angkutan darat tipe A dan B, mengingat Kabupaten Bandung wilayahnya cukup luas

Dishub Sebut Rencana Pembangunan Terminal A dan B Kerap Ditolak DPRD Kabupaten Bandung
Cipta Permana
Suasana di depan Terminal Banjaran 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Kabupaten Bandung membutuhkan terminal angkutan darat tipe A dan B, mengingat Kabupaten Bandung wilayahnya cukup luas. Selama ini Kabupaten Bandung hanya memiliki sembilan terminal tipe C yang melayani angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP).

Kepala Seksi Prasarana Terminal Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Ahmad Yusuf Komarul Hidayat, mengatakan hingga saat ini terminal angkutan darat yang ada di wilayah Kabupaten Bandung masih berstatus tipe C. Tipe C ini hanya melayani angkutan dalam kota antar daerah saja.

"Kalau melihat kebutuhan tentunya sudah sangat layak Kabupaten Bandung punya terminal tipe B atau A. Karena memang di sini belum ada angkutan keluar kota yang langsung seperti ke Solo, Jakarta dan antardaerah lainnya," kata Yusuf saat ditemui di kantornya di Soreang, Kamis (25/4/2019).

Saat ini kata Yusuf, baru ada satu Perusahaan Otobus (PO) yang punya inisiatif buka jurusan Soreang-Tasikmalaya dan Soreang-Jakarta. Menurutnya perusahaan itu berani membuka jurusan berkat hasil kajian dan dinyatakan layak oleh Dishub Kabupaten Bandung.

Menurut Yusuf, kriteria sebuah terminal tipe B dan A ini di antaranya harus didirikan di atas lahan antara 10-15 ribu meter persegi. Kemudian pengelolaanya dilakukan oleh Pemerintah provinsi untuk tipe B dan oleh Kementrian Perhubungan untuk terminal tipe A.

"Namun untuk pengadaan lahan dilakukan oleh pemerintah kota/kabupaten," ujarnya.

Yusuf mengatakan pihaknya pernah beberapa kali mengusulkan pembangunan terminal tipe B atau A di Kabupaten Bandung. Namun sayangnya, rencana tersebut kerap kali dipatahkan oleh DPRD.

Persib Bandung vs Borneo FC Ditunda, Miljan Radovic Mengaku Tak Kaget Lagi, Sudah Biasa

Dengan alasan kata Yusuf, pengelolaan terminal yang bukan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung (Dishub), tidak akan mendatangkan PAD bagi pemerintah daerah. Padahal, jika dilihat manfaatnya, selain untuk pelayanan pada masyarakat, keberadaan terminal tipe B atau A ini bisa juga mendongkrak perekonomian masyarakat.

"Jadi jangan berpikir tidak ada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari keberadaan terminal tipe B dan A ini, tapi lihat dampak positifnya. Perekonomian masyarakat bisa terdorong, misalnya perdagangan antar daerah bisa dilakukan langsung oleh masyarakat ke luar daerah," ujarnya.

Begitu juga sebaliknya, orang dari luar bisa langsung datang dan melakukan kegiatan ekonomi disini. Yusuf juga menyayangkan sikap apatis DPRD Kabupaten Bandung tersebut.

Padahal, alangkah baiknya kata Yusuf dilakukan dulu kajian. Kemudian, jika memang hasil kajian teknis itu tidak menunjukan ada manfaat bagi masyarakat dan pemerintah Kabupaten Bandung boleh rencana tersebut untuk tidak dilanjutkan.

Semua Petugas KPPS yang Dirawat di RSUD Cibabat Kota Cimahi, Gejalanya Sama Sesak Napas

"Kalau sekarang kan baru saja kami ajukan, belum juga dipelajari sudah dipotong dan dibatalkan oleh dewan. Seharusnya kita kaji dulu sama-sama, kemudian kalau diperlukan bikin kajian akademis dari lembaga yang independen. Soal hasilnya kita lihat sama-sama, apakah layak atau tidak," ujarnya.

Menurutnya selama ini Pemerintah Kabupaten Bandung, mengelola sembilan terminal tipe C. Namun selama ini masih ada status sewa lahan. Rata-rata terminal tipe C ini menghasilkan PAD di bawah Rp 100 juta. Meski secara ekonomi dinilai kurang menguntungkan, namun sebagai pelayanan kepada masyarakat di bidang lalu lintas.

"Seperti di Sayati dan Ciparay itu lahannya masih sewa dari perorangan. Tetap kami sewa karena untuk kebutuhan lalu lintas agar tidak menjadi kemacetan," katanya.

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved