Jumat, 10 April 2026

Banjir Kabupaten Bandung

Ribuan Rumah di Bandung Timur Terendam , Warga Mengungsi

Banjir kembali menerjang sejumlah wilayah di Bandung Timur. Hingga pukul 10.30 pagi, sebagian wilayah di Kompleks Griya Mitra masih terendam...

|
Penulis: Arief Permadi | Editor: Arief Permadi
TRIBUN JABAR
Para petugas BPBD Jawa Barat dan Kabupaten Bandung saat membawa perahu untuk megevakuasi warga yang terjebak banjir di Kompleks Griya Mitra, Cinunuk, Kabupaten Bandung, Selasa (12/8/2025). 

LAPORAN ARIEF PERMADI, JURNALIS TRIBUN JABAR

TRIBUNJABAR.ID, KABUPATEN BANDUNG - Banjir kembali menerjang sejumlah wilayah di Bandung Timur menyusul hujan yang menguyur kawasan tersebut sejak Senin (11/8/2025) hingga Selasa (12/8/2025) dini hari. Ribuan rumah tergenang. Sejumlah warga mengungsi.

Banjir mulai menerjang, Senin malam sekitar pukul 23.00, dan semakin meninggi menjelang dini hari.

Kedalaman air saat banjir mencapai puncaknya mencapai 40-60 sentimeter. Di beberapa titik, kedalaman bahkan sempat mencapai lebih dari satu meter.

Hingga pukul 10.30 pagi, meski sudah mulai surut, sebagian wilayah di Kompleks Bumi Orange dan Kompleks Griya Mitra di  Desa Cinunuk, Kecamatan Cileuyi, Kabupaten Bandung, masih terendam. 

Di Bumi Orange, titik terdalam masih sekitar 20-50 sentimeter. Begitu juga di Kompleks Griya Mitra.

Ketua RW 26 Desa Cinunuk, Yudha Negara, mengatakan ada sekitar 450 kepala keluarga yang terdampak di Kompleks Griya Mitra. Rata-rata mereka tinggal di Blok E, F, G, dan H. 

"Itu titik-titik terparah," ujarnya saat ditemui di lokasi banjir.

Sejumlah warga memasang WC portabel di lokasi banjir di Kompleks Griya Mitra, Cinunuk, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Selasa (12/8/2025).
Sejumlah warga memasang WC portabel di lokasi banjir di Kompleks Griya Mitra, Cinunuk, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Selasa (12/8/2025). (TRIBUN JABAR)

Banjir kali ini menjadi banjir terparah sepanjang kompleks ini berdiri, 20 tahunan lalu. Banjir terbesar sebelumnya terjadi pada 2010, namun tak sebesar kali ini.

Pantauan Tribun Jabar di Blok E, F, G, dan H Kompleks Griya Mitra, air kecoklatan bercampur lumpur masih terlihat menggenang hingga ke dalam rumah-rumah warga. Di rumah-rumah yang sudah ditinggikan lantainya, genangan di dalam rata-rata  hanya sebetis.  

Namun, di rumah-rumah yang belum ditinggikan lantainya, genangan di dalam rumah bisa mencapai setinggi lutut.

"Di rumah, air masuk hingga semata kaki. Padahal lantainya sudah ditinggikan setengah meter dari jalan," ujar Toni Prihatna, yang tinggal di Blok F Kompleks Griya Mitra. (*)

 

 

 

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved