Terdesak, Puluhan Anggota ISIS Keluar Terowongan dan Menyerah, Kemungkinan Masih Ada yang Sembunyi

"Mereka adalah anggota ISIS yang memutuskan keluar dari terowongan dan menyerah. Kemungkinan masih ada yang bersembunyi," ucap juru bicara SDF, Jiaker

Editor: Theofilus Richard
AFP/DELIL SOULEIMAN
Asap tebal menguar dari benteng terakhir ISIS di desa Baghouz pada 18 Maret 2019. ISIS dilaporkan terdesak di tepi Sungai Eufrat setelah digempur Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang ditopang koalisi AS. 

TRIBUNJABAR.ID, BAGHOUZ - Operasi militer untuk membersihkan sisa anggota Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) di Desa Baghouz masih terus dilakukan.

Pada Minggu waktu setempat (24/3/2019), puluhan anggota ISIS disebut keluar dari terowongan persembunyian mereka dan menyerah kepada Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Diwartakan AFP, penyerahan diri itu terjadi setelah SDF mengumumkan kemenangan pasca-merebut desa yang berlokasi di timur Suriah itu.

Jurnalis AFP memberitakan para tawanan yang kebanyakan pria itu keluar dari kamp sementara di Baghouz menggunakan truk pikap.

Beberapa dari anggota ISIS itu mengenakan kain kaftan dari wol di atas jubah gelap mereka dengan ada anggota yang berjanggut tebal.

"Mereka adalah anggota ISIS yang memutuskan keluar dari terowongan dan menyerah. Kemungkinan masih ada yang bersembunyi," ucap juru bicara SDF, Jiaker Amed.

Tahukah Anda Bahwa Kelebihan Minum Air Berbahaya untuk Ginjal?

Presiden AS Donald Trump Klaim ISIS Kalah dan akan Dihapus dari Peta

Para pemimpin dunia menyambut baik kemenangan di Baghouz. Namun pejabat bidang luar negeri wilayah otonomi Kurdi menegaskan, anggota ISIS yang tertangkap masih bisa memberi ancaman.

"Terdapat ribuan anggota, perempuan dan anak-anak, dan berasal dari 54 negara yang masih harus diwaspadai oleh dunia," kata Abdel Karim Omar.

Dia menjelaskan jumlah itu mengalami peningkatan signifikan dalam 20 hari terakhir sejak operasi merebut Baghouz dilaksanakan. Belum lagi ancaman yang ditimbulkan sel tidur (sleeper cell) ISIS.

Karena itu, SDF telah menyatakan bakal memulai fase kedua. Komandan tertinggi SDF, Mazloum Kobane, dalam pidato upacara deklarasi kemenangan menuturkan, mereka bakal menargetkan sel tidur tersebut.

ISIS yang diserang baik oleh Suriah maupun Irak telah berubah dari pasukan teritorial menjadi kelompok kecil yang melakukan serangan hit-and-run.

"Sel tidur mereka (ISIS) merupakan ancaman terbesar bagi kawasan ini maupun dunia," kata Kobane dalam upacara di ladang minyak Al Omar.

Adapun dukungan terbesar SDF berasal dari koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) yang memberi bantuan udara maupun pelatihan tempur. (Kompas.com/Ardi Priyatno Utomo)

X-Men Siap Kembali ke Marvel Setelah Akuisisi Disney Terhadap 21st Century Fox Tuntas

Ini Komentar Ahok BTP dan Putranya, Nicholas Sean Soal MRT Jakarta yang Baru Diresmikan Jokowi

 

Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved