Tahukah Anda Bahwa Kelebihan Minum Air Berbahaya untuk Ginjal?

Pembesaran sel tubuh ini terjadi karena banyak natrium yang larut dan menghilang dari dalam tubuh. Padahal, natrium bertugas mengikat air.

Editor: Theofilus Richard
emaze
minum air putih 

TRIBUNJABAR.ID - Bila tubuh kekurangan air, itu akan menjadi hal buruk untuk tubuh. Tubuh akan kesulitan melakukan tugasnya.

Namun bila berlebihan,itu juga akan berdampak buruk. Salah satunya merusak ginjal. Mengapa hal itu bisa terjadi? Bukankah air bagus untuk ginjal?

Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia, Aida Lydia, pernah mengungkap bahwa masyarakat tidak perlu minum air putih berlebihan.

Dalam artikel Kompas.com edisi 8 Maret 2018 dijelaskan, konsumsi air putih sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitas masing-masing individu.

Aida berkata, jika air putih diminum berlebihan dapat memperburuk fungsi ginjal.

"Banyak minum air putih bisa sebabkan gangguan elektrolit di darah. Kadar natrium dan kalium darah berkurang, sedangkan kadar cairan di tubuh meningkat, sel tubuh jadi membengkak," kata Aida.

Pembesaran sel tubuh ini terjadi karena banyak natrium yang larut dan menghilang dari dalam tubuh. Padahal, natrium bertugas mengikat air.

Akibatnya, volume darah pun berkurang hingga membuat tekanan darah menurun. Selanjutnya, detak jantung terpacu lebih kuat. Kerja ginjal, kata Aida, juga akan semakin berat karena harus menyaring cairan yang berlebih.

Dikhawatirkan, glomerulus pada ginjal tidak kuat melakukan fungsi filtrasi. Dampaknya bisa menimbulkan gangguan pada ginjal.

Ganti Presiden 5 Kali Indonesia Baru Punya MRT, Begini Sejarahnya Sampai Diresmikan Presiden Jokowi

Gaya Hidup Serba Instan Membuat Gaya Hidup Generasi Milenial Tidak Sehat? Yuk Cek Kesehatan

"Minum air putih bikin ginjal sehat. Tapi tidak sampai berliter-liter. Secukupnya saja, jangan banyak-banyak. Jangan juga kurang. Sesuai kebutuhan tubuh," tutup Aida.

Perhatian untuk penderita ginjal, konsumsi air minum juga harus sangat diperhatikan penderita penyakit ginjal stadium lanjut. Ada batasan konsumsi air minum yang harus mereka patuhi.

Itu karena kemampuan ginjal menyaring sangat terbatas sehingga cairan terakumulasi.

"Penumpukan bisa di paru-paru. Pasien bisa jadi sesak napas. Cairannya bisa terakumulasi tumpukannya di jaringan lain. Kaki jadi bengkak," ujar Aida.

Aida mengatakan bahwa, kebutuhan cairan yang diperlukan pasien gagal ginjal bergantung pada stadiumnya. Hal itu bisa dikonsultasikan dengan dokter.

"Jadi, tidak bisa digeneralisasi sama semua. Ini bergantung pada seberapa parah gagal ginjal orang tersebut," ujar Aida.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved