Psikiater Sebut Gejala Bunuh Diri Bisa Dideteksi

Psikiater Teddy Hidayat mengatakan bahwa perguruan tinggi harus memperhatikan mahasiswa dari segi lainnya.

Psikiater Sebut Gejala Bunuh Diri Bisa Dideteksi
tribunnews.com
Ilustrasi Bunuh Diri 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -  Psikiater Teddy Hidayat mengatakan bahwa perguruan tinggi harus memperhatikan mahasiswa dari segi lainnya.

Ketika mahasiswa masuk ke perguruan tinggi melalui seleksi, yang dinilai hanya dari kecerdasan atau prestasi akademik, sehingga di dapatkan mahasiswa yang pintar secara akademik.

Sedangkan aspek lain, semisal mental, emosional, sosial, dan aspek kejiwaan lainnya, kurang diperhatikan.

"Jadi ketika mereka masuk ke perguruan tinggi pun memang mereka pintar namun tercampuri dengan gangguan mental emosional, gangguan masalah kepribadian, atau juga asosial, dan lain-lain, ada di sana," ujarnya.

Teddy mengatakan bahwa ketika mahasiswa masuk ke perguruan tinggi, harus beradaptasi dengan lingkungan baru, semisal dari sisi beban akademik, keuangan, atau masalah hubungan pribadi.

3 Mahasiswa Unpad Bunuh Diri, Rektor Unpad dan Kemenristekdikti: Tantangan Jaman Lebih Besar

Teddy Hidayat mengatakan bahwa jika seseorang sudah memiliki kerentanan emosi sejak awal, kemudian ditambah beberapa faktor tadi, ketika tidak ada yang membantunya, maka orang tersebut rentan mengambil jalan pintas dengan cara bunuh diri.

Potensi kesehatan mental yang menurun, kata Teddy, dapat terjadi di semester awal saat masa adaptasi, atau di akhir masa kuliah ketika tugas menumpuk.

"Di ujung atau di akhir itu potensinya memang besar, tentu kita bisa prediksi," ujarnya.

Selain itu, mendeteksi kesehatan mental seorang mahasiswa juga bisa dilihat ketika ia terancam drop out, prestasi belajar menurun, dan lain-lain.

Situasi tersebut perlu diperhatikan oleh orang sekitarnya agar tidak kondisi kesehatan mental tidak bertambah parah.

Konseling ke psikolog atau pskiater bisa menjadi satu di antara solusi untuk memecahkan masalah tersebut.

IPK Mahasiswa Unpad yang Bunuh Diri Capai 3,88, Dua Pendahulunya pun Tak Punya Masalah Akademis

Banyak Mahasiswa Bunuh Diri, Psikiater Kejiwaan Unpad Ungkap Penyebab Sekaligus Tawarkan Solusi

Penulis: Hilda Rubiah
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved