Pesanan 100 Ribu Botol Sabun Cuci Piring dari Jokowi Sudah Dipenuhi tapi si Pembuat Punya Utang

Eli Liawati (37) bersama kelompok usaha bersama (Kube) Padawangi berhasil memenuhi pesanan 100 ribu botol sabun cuci piring dari Presiden

Pesanan 100 Ribu Botol Sabun Cuci Piring dari Jokowi Sudah Dipenuhi tapi si Pembuat Punya Utang
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Sabun cuci piring pesanan Presiden Joko Widodo kepada Eli Liawati dan Kube Padawangi selesai dikerjakan dan dikirim ke Jakarta, Rabu (27/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Eli Liawati (37) bersama kelompok usaha bersama (Kube) Padawangi berhasil memenuhi pesanan 100 ribu botol sabun cuci piring dari Presiden Joko Widodo (jokowi). Pesanan tersebut sudah dikirimkan Eli ke Jakarta pada Rabu (27/2/2019).

Pada 19 Januari 2019, Eli mendapat pesanan setelah Presiden melakukan kunjungan kerja ke Garut. Presiden yang melihat stan para penerima PKH di Gedung Serba Guna Mandala langsung memesan 100 ribu botol sabun cuci piring.

Eli menjual sabun tersebut seharga Rp 20 ribu per botol dengan berat satu liter. Setelah menerima orderan, Jokowi memberikan uang sebesar Rp 10 juta sebagai uang muka. Keesokan harinya, Eli kembali mendapat uang sebesar Rp 90 juta.

"Alhamdulillah hari Selasa sudah beres pekerjaannya. Rabu (kemarin) sudah dikirim ke Jakarta," kata Eli di rumahnya, Kampung Cibitung, Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Kamis (28/2/2019).

Kini Eli merasa lega setelah pesanannya rampung. Sabun cuci piring dikirimkan ke Jakarta menggunakan truk. Sabun tersebut sebelumnya sudah dikemas ke dalam kardus dan dibeli label Sabun Kube Padawangi.

Hari Jadi ke-47 Basarnas, Kantor SAR Bandung Tampilkan Koleksi Alat SAR

Ia menyebut sudah menerima 75 persen dana hasil penjualan sabun dengan total Rp 1,5 miliar. Meski sudah miliaran menerima uang, Eli mengaku uang tersebut sudah habis untuk membeli bahan, ongkos kerja, dan ongkos kirim sabun.

"Diperkirakan dana pembuatan sabun habis hingga Rp 1,7 miliar. Tapi belum dihitung lagi. Saya juga masih punya hutang ke penyuplai bahan," katanya.


Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Ichsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved